The Alliance dan Konservasi Indonesia Siapkan Proyek Energi Bersih di Pesisir
Global Energy Alliance for People and Planet (The Alliance) dan Konservasi Indonesia (KI) menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mempercepat penerapan energi bersih di kawasan pesisir Indonesia. Hal ini merupakan bagian dari upaya untuk memberikan akses energi berkelanjutan bagi masyarakat nelayan.
Penandatanganan MoU dilakukan di sela-sela AsiaXchange 2025 di Jakarta. Kerja sama strategis dua lembaga ini akan menghadirkan solusi energi terbarukan yang memberi manfaat ganda, yakni menjaga keberlanjutan sumber daya laut dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Melalui kemitraan ini, The Alliance akan memperluas jangkauan program transisi energi bersih ke wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, dengan menghadirkan listrik tenaga surya sebagai pengganti mesin diesel yang mahal dan mencemari lingkungan.
Salah satu fokus utama inisiatif ini adalah mendorong konversi sistem berbasis bahan bakar fosil tradisional menuju teknologi energi terbarukan di sektor perikanan. Inisiatif ini menjadi langkah penting untuk menekan emisi karbon dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak.
The Alliance berupaya menunjukkan transisi energi dapat berjalan seiring dengan peningkatan produktivitas dan efisiensi di tingkat komunitas. Teknologi yang akan dikembangkan mencakup lampu penangkap ikan hemat energi, mesin pembuat es bertenaga surya, serta fasilitas penyimpanan ikan skala kecil untuk membantu nelayan menjaga kualitas hasil tangkapan, memperpanjang masa simpan, dan meningkatkan nilai jual ikan di pasar.
Melalui kerja sama ini, The Alliance dan KI akan mengkaji pengembangan perahu bertenaga surya dan sistem transportasi ramah lingkungan yang dapat menekan biaya operasional dan emisi di sektor perikanan.
Sebagai organisasi berbasis sains yang telah lama bekerja bersama pemerintah dan komunitas lokal, KI akan berperan penting dalam memastikan pendekatan berbasis masyarakat dalam implementasi program ini. Melalui studi kelayakan awal (prefeasibility studies) yang dijalani oleh KI, akan ditentukan 20 desa di Maluku yang dapat menjadi lokasi pilot project. Wilayah ini dipilih karena memiliki potensi besar dalam pengelolaan perikanan berkelanjutan, terutama bagi nelayan tuna dan cakalang yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat pesisir.
Membidik Pengembangan Skema Pembiayaan Hijau Inovatif
Selain di tingkat lokal, kedua organisasi juga akan berkolaborasi dalam studi teknis dan analisis sosial-ekonomi untuk mengidentifikasi solusi efektif di persimpangan antara energi terbarukan, konservasi laut, dan kesejahteraan masyarakat. Inisiatif ini juga menargetkan pengembangan skema pembiayaan hijau yang inovatif, termasuk potensi pemanfaatan kredit karbon, untuk memastikan keberlanjutan finansial program dan memperluas dampaknya dalam jangka panjang.
Meizani Irmadhiany, Senior Vice President dan Executive Chair Konservasi Indonesia, menyatakan kerja sama ini merupakan langkah nyata menuju transformasi energi yang inklusif dan berkeadilan.
“Melalui kerja sama ini, kami ingin menunjukkan bahwa energi bersih dapat mendukung dan memperkuat pemberdayaan serta kesejahteraan masyarakat dan perlindungan alam," kata Meizani, dalam keterangan resmi, Selasa (7/10).
Di wilayah pesisir, tantangan perubahan iklim dan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sering kali berjalan bersamaan. "Dengan energi terbarukan, kami berharap biaya operasional nelayan menjadi lebih efisien, hasil tangkapan lebih berkualitas, dan ekosistem laut tetap terjaga,” ujar Meizani.
Ia yakin transformasi ini akan memperkuat ekonomi lokal, membuka peluang ekspor langsung dari daerah, dan memberikan contoh nyata kolaborasi konservasi dan energi bersih.
Woochong Um, Chief Executive Officer, Global Energy Alliance for People and Planet, mengatakan kemitraan ini mencerminkan komitmen The Alliance untuk menghadirkan solusi energi bersih yang berpihak pada masyarakat dan berkontribusi pada ketahanan energi Indonesia.
Woochong Um menyebut kolaborasi dengan Konservasi Indonesia merupakan langkah penting dalam memastikan transisi energi tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga menempatkan manusia dan keberlanjutan planet kita sebagai inti dari proses tersebut.
"Indonesia memiliki potensi besar untuk memimpin transformasi energi bersih di kawasan ini. Tidak ada satu pihak pun yang dapat mewujudkannya sendiri. Hal ini hanya dapat dicapai melalui kemitraan jangka panjang yang didasarkan pada tujuan bersama,” ujar Um.
Kolaborasi antara The Alliance dan Konservasi Indonesia mencerminkan optimisme terhadap masa depan energi Indonesia. Masa depan di mana listrik bersih tidak hanya menghidupkan rumah, tetapi juga menggerakkan ekonomi pesisir, melestarikan laut, dan memperkuat ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim.
Kemitraan ini diharapkan menjadi contoh nyata transisi energi dapat menjadi kekuatan sosial dan lingkungan. Kerja sama ini juga akan membawa Indonesia selangkah lebih dekat menuju masa depan yang berkelanjutan dan inklusif.
