Investasi PLTS Kian Murah, Biaya Listrik Surya Kini Lebih Kompetitif

Image title
18 Desember 2025, 17:01
PLTS, PLTS atap, Sun Energy
SUN Energy
PLTS Atap SUN Energy
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

CEO SUN Energy Emmanuel Jefferson mengatakan investasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) telah menjadi lebih murah dalam beberapa tahun terakhir. Dalam lima tahun terakhir biaya investasi PLTS per watt terus mengalami penurunan signifikan.

“Kalau kita melihat dalam lima tahun terakhir, biaya investasi per watt justru makin lama makin turun. Harga panel semakin turun, harga inverter dan equipment lainnya juga semakin turun, sehingga saat ini listrik dari energi surya sudah bisa lebih murah daripada tarif listrik yang ada sekarang,” ujar Emmanuel, Kamis (18/12).

Menurut dia, kondisi tersebut mendorong meningkatnya minat konsumen terhadap pemanfaatan PLTS, khususnya di Indonesia. Kesadaran bahwa listrik surya memberikan manfaat ekonomi jangka panjang membuat energi surya semakin dipertimbangkan sebagai solusi energi yang efisien dan berkelanjutan.

“Dari sisi konsumen pun sudah menyadari dan melihat ini sebagai sesuatu yang sangat beneficial untuk Indonesia,” kata Emmanuel.

Dari sisi kapasitas terpasang, SUN Energy mencatatkan pertumbuhan yang signifikan, baik di dalam negeri maupun regional. Secara grup, kapasitas proyek PLTS yang telah dikembangkan hampir mencapai 400 megawatt (MW).

“Sekitar 250 MW ada di Indonesia, lalu 130 MW di Australia, sekitar 20 MW di Vietnam dan 20 MW di Thailand,” ujar Emmanuel.

Indonesia Tetap Jadi Pasar Utama SUN Energy

Kendati berekspansi ke berbagai negara, SUN Energy tetap menempatkan Indonesia sebagai pasar utama. Emmanuel menyebutkan, secara khusus di Indonesia, total instalasi PLTS yang telah dikerjakan SUN Energy mendekati 1 gigawatt (GW), termasuk proyek PLTS atap (rooftop) dan skema independent power producer (IPP).

“Kalau bicara Indonesia spesifik, instalasi kita hampir 1 gigawatt. Jadi bisa dikira-kira market share kami, dan kami percaya saat ini kami nomor satu di Indonesia,” ujarnya.

Dalam beberapa tahun ke depan, SUN Energy menargetkan tetap mempertahankan posisi teratas di pasar PLTS nasional. Perusahaan ini menegaskan komitmennya untuk terus menjadi pemain utama dalam pengembangan energi surya, termasuk dalam menyerap kuota PLTS yang akan ditetapkan pemerintah pada 2026.

“Untuk 2026, kami tetap aim untuk jadi nomor satu. Berapa pun kuota yang pemerintah keluarkan, tentu kami ingin menjadi nomor satu dari sisi share yang kami dapatkan,” kata Emmanuel.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...