Pertamina NRE Gandeng Crectech Singapura Jajaki Bisnis Biometanol

Ajeng Dwita Ayuningtyas
8 April 2026, 13:46
Pertamina NRE, biometanol
Pertamina NRE
PT Pertamina New and Renewable Energy (Pertamina NRE) dan perusahaan Singapura, CRecTech, bekerja sama untuk memproduksi biometanol dari biogas.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) meneken nota kesepahaman dengan perusahaan teknologi bersih asal Singapura CRecTech Pte. Ltd. pada Rabu (1/4), terkait eksplorasi fasilitas percontohan biogas menjadi biometanol di Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei, Sumatra Utara.

CRecTech merupakan perusahaan yang mengonversi gas berbasis karbon, menjadi bahan kimia dan bahan bakar bernilai tinggi dengan teknologi katalitik CRecREF™. Selain fokus mengembangkan kimia hijau, perusahaan juga mendukung upaya dekarbonisasi.

CEO Pertamina NRE John Anis mengatakan, kerja sama ini menjadi salah satu cara perusahaan untuk mengembangkan energi bersih berbasis sumber daya lokal yang melimpah. 

“Indonesia memiliki potensi besar, baik dari sisi pasar maupun ketersediaan bahan baku, khususnya dari limbah kelapa sawit yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal,” kata John dalam keterangan resmi, dikutup pada Rabu (8/4).

Sebagai informasi, biogas merupakan energi yang dihasilkan dari limbah organik. Indonesia dinilai memiliki potensi potensi biogas signifikan dari sektor kelapa sawit, melalui pengolahan limbah cair pabrik kelapa sawit atau palm oil mill effluent (POME). Dari hasil identifikasi Pertamina NRE, Sei Mangkei termasuk kawasan yang memiliki ketersediaan bahan baku dalam skala besar.

Dengan kerja sama ini, Pertamina NRE dan CRecTech akan melakukan studi bersama untuk mengevaluasi kelayakan pengembangan fasilitas percontohan biogas menjadi biometanol di KEK Sei Mangkei. Jika hasil studi menunjukkan potensi positif, maka pemanfaatan teknologi katalitik CRecREF™ akan dilanjutkan di Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Sei Mangkei.

Biogas Diolah jadi Bahan Kimia Hijau

“Teknologi CRecREF™ dirancang khusus untuk mengonversi aliran biogas berkualitas rendah menjadi bahan kimia hijau bernilai tinggi langsung di lokasi produksi, tanpa kebutuhan investasi besar seperti pabrik metanol konvensional,” ujar CEO CRecTech Kang Hui Lim.

John mengatakan, kerja sama dilatarbelakangi komitmen percepatan transisi global dari bahan bakar konvensional menuju alternatif ramah lingkungan. Terutama di sektor pelayaran yang sedang bertransisi dari bahan bakar konvensional ke bahan bakar rendah karbon. 

Dia berharap, pengembangan rantai nilai biogas menjadi biometanol ini dapat menjadikan KEK Sei Mangkei sebagai pusat produksi bahan bakar hijau di Indonesia. Dia juga berharap nantinya proyek ini tidak berhenti sebagai percontohan, tetapi ditingkatkan ke level komersial yang lebih besar Dan lebih berdampak bagi pengembangan ekosistem energi hijau di Indonesia.

Harapannya, proyek pengembangan ini bisa mendongkrak upaya penurunan emisi global oleh Indonesia, sembari memberi manfaat ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi, serta optimalisasi pemanfaatan energi terbarukan. 

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...