Pemerintah Targetkan Bangun 17 GW PLTS Tahun Ini

Muhamad Fajar Riyandanu
21 April 2026, 21:44
Pekerja melakukan perawatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung Tambaklorok di Semarang, Jawa Tengah, Senin (12/1/2026). Kementerian ESDM mencatat realisasi bauran energi u dan terukan (EBT) sepanjang 2025 mencapai 15,75 persen atau meningkat
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/bar
Pekerja melakukan perawatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung Tambaklorok di Semarang, Jawa Tengah, Senin (12/1/2026). Kementerian ESDM mencatat realisasi bauran energi u dan terukan (EBT) sepanjang 2025 mencapai 15,75 persen atau meningkat 1,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total kapasitas terpasang pembangkit listrik berbasis EBT mencapai 15.630 Megawatt (MW).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pemerintah menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan total kapasitas mencapai 17 gigawatt (GW) sepanjang tahun ini. Keterangan tersebut disampaikan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, seusai memenuhi panggilan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka Jakarta pada Selasa (21/4).

Brian menyampaikan, langkah ini merupakan bagian dari upaya percepatan proyek pembangunan PLTS berkapasitas 100 GW. Pengadaan 17 GW PLTS pada tahun ini akan dilakukan secara paralel. Menurut Brian, sekitar 10 GW ditargetkan untuk menggantikan pembangkit diesel, sementara sekitar 7 GW lainnya akan menambah kapasitas baru.

Skema tersebut merupakan hasil perhitungan bersama antara Kementerian ESDM, Danantara, PLN, dan para ahli perguruan tinggi. “Dari perhitungannya bersama, kira-kira 17 GW bisa diinstalasi PLTS,” kata Brian.

Ia menyatakan, penentuan sebaran lokasi pembangunan PLTS akan ditetapkan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai pelaksana program tersebut.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menargetkan penutupan 13 Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) milik PLN sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM) impor.

Prabowo menyatakan pemerintahannya tidak lagi ingin bergantung pada pembangkit berbasis diesel atau BBM solar. “Tidak boleh ada lagi pembangkit listrik menggunakan diesel dan solar. Kita akan tutup pembangkit listrik tenaga diesel 13 buah yang di PLN,” kata Prabowo saat memberikan sambutan peresmian pabrik perakitan kendaraan listrik VKTR di Magelang, Jawa Tengah pada Kamis (9/4).

Langkah itu disebut menjadi bagian dari program elektrifikasi nasional berkapasitas 100 GW yang ditargetkan terealisasi dalam dua tahun ke depan. Melalui program penutupan 13 PLTD tersebut, pemerintah berupaya menghentikan penggunaan pembangkit listrik berbasis diesel atau solar yang selama ini dinilai membebani konsumsi BBM.

Prabowo menyebutkan, penutupan PLTD diproyeksikan mampu menghemat konsumsi BBM hingga 200 ribu barel per hari. “Kita masih perlu impor sekarang ini 1 juta barel  per hari. Dengan kita tutup PLTD, kita menghemat langsung 20%,” ujarnya.

Pemerintah telah memproyeksikan bahwa konversi PLTD ke PLTS dapat menghasilkan penghematan sekitar Rp 25 triliun dari sisi konsumsi solar. Angka tersebut belum termasuk tambahan efisiensi yang berpotensi diperoleh dari konversi kendaraan berbahan bakar minyak ke motor listrik serta peralihan penggunaan kompor LPG ke kompor listrik.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...