Airlangga: Energi Terbarukan Bakal Jadi Fokus Utama Investasi di 2026

Image title
23 April 2026, 13:35
Energi terbarukan
YouTube Grab
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pemerintah melihat investasi di sektor energi berkelanjutan sebagai momentum penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan sektor energi, khususnya energi baru terbarukan, akan menjadi fokus utama ke depan. Ia menyebut investasi akan menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026, terutama pada kuartal II hingga IV. Pemerintah sendiri menargetkan realisasi investasi mencapai Rp2.400 triliun sepanjang tahun 2026, didukung oleh investasi dalam negeri, asing, serta tambahan dari lembaga investasi nasional.

“Dan tentunya bagi pemerintah momentum ketidakpastian hari ini adalah salah satu yang mendorong pemerintah harus komit terhadap sektor yang paling utama yaitu energi. Jadi diversifikasi energi ke energi baru, terbarukan itu menjadi penting,” ujar Airlangga dalam konferensi pers realisasi investasi triwulan I-2026, Kamis (23/4).

 

Salah satu fokus utama pemerintah adalah pengembangan energi terbarukan berbasis tenaga surya. Program pengembangan pembangkit listrik tenaga surya ditargetkan mencapai kapasitas 100 gigawatt (GW). Saat ini, kapasitas produksi dalam negeri telah mencapai sekitar 5,9 GW. Tahap awal pengembangan difokuskan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dengan target sekitar 13 GW.

Pemerintah sendiri optimistis target pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga di kisaran 5,2 hingga 5,4%. Proyeksi ini juga sejalan dengan pandangan lembaga internasional seperti World Bank dan International Monetary Fund yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia minimal 5,2%.

Di tingkat kawasan, Asia Tenggara masih menjadi salah satu wilayah dengan pertumbuhan tertinggi. Negara-negara seperti Vietnam, Malaysia, Thailand, dan Indonesia mencatatkan pertumbuhan di atas rata-rata global.

“Dan memang daerah yang potensi tumbuh masih tinggi di seluruh regional adalah ASEAN. Jadi beberapa negara ASEAN, Vietnam, Indonesia, Malaysia maupun Thailand itu salah satu yang ditumbuhnya secara rata-rata lebih tinggi dari global. Global rata-rata pertumbuhan diperkirakan 3,2. ASEAN 4,7. Tetapi Indonesia di atas rata-rata pertumbuhan di ASEAN bersama dengan Filipina,” ucapnya.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...