Kejar PLTS 100 GWp pada 2029, Seberapa Siap Jaringan Listrik RI?

Ajeng Dwita Ayuningtyas
30 Oktober 2026, 14:21
PLTS, PLTS 100 GW, jaringan listrik
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/agr
Foto udara kendaraan melintas di dekat kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung Tambaklorok di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (29/10/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Percepatan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia perlu diimbangi penguatan jaringan listrik pintar (smart grid), yang mempertimbangkan sifat PLTS yang intermiten atau tergantung pada kondisi alam. Namun, saat ini smart grid masih dalam proses pengembangan di Tanah Air. 

Director of Engineering PT PLN Enjiniring Warsono mengatakan kapasitas listrik surya yang belum besar saat ini, masih bisa ditampung sistem transmisi yang telah tersedia. 

“Tapi, begitu nanti meningkat, (sistem transmisi yang tersedia) enggak bisa lagi (menampung),” kata Warsono saat ditemui di Jakarta, pada Kamis (29/10). 

Dia mengatakan pembangunan smart grid masih berproses di sejumlah daerah. “Di Jawa-Bali kami sudah mulai bangun, kalau enggak salah tahun ini selesai. Kemudian, di Sumatra sudah mulai desain, di daerah lain juga. Kebetulan PLN Enjiniring bertugas membuat desainnya,” ujar Warsono.

Sebagai informasi, dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025-2034, porsi PLTS dipetakan sebesar 17 Gigawatt (GW). Di samping itu, pemerintah juga menargetkan pembangunan 100 Gigawatt-peak (GWp) PLTS hingga 2029 mendatang, yang akan diatur melalui peraturan presiden. 

Dalam RUPTL juga tertulis, pelaksanaan transisi energi menggunakan konsep accelerated renewable energy development (ARED), termasuk dengan program strategis seperti pengembangan green enabling transmission, smart grid, smart control system, flexible generation, co-firing, carbon capture storage/carbon capture utilization storage, battery energy storage system, atau cara-cara pengurangan emisi lainnya. 

“Kalau transmisi kaitannya supaya bisa nampung banyak, kalau smart grid, supaya bisa mengikuti naik turunnya (pasokan listrik),” ujar Warsono.

Green enabling transmission diterjemahkan dalam proyek green enabling super grid, transmisi backbone maupun fishbone sebagai enabler atau penggerak percepatan pengembangan energi baru terbarukan – tidak hanya energi surya.

PLN Segera Rampungkan Kajian untuk Jaringan Listrik Sumatra-Jawa

April lalu, VP Perencanaan Sistem Ketenagalistrikan PT PLN (Persero) Tbk Arief Sudianto mengatakan, BUMN kelistrikan itu akan segera merampungkan kajian untuk jaringan yang membentang sejauh 112 kilometer dari Sumatra hingga Jawa.

Dia menambahkan, Sumatra memiliki potensi listrik dari pembangkit tenaga air (PLTA) dan panas bumi (PLTP) atau geotermal yang dapat dimanfaatkan oleh Pulau Jawa. Nantinya, super grid akan membuka jalan bagi aliran listrik bersih dari Pulau Sumatra ke Pulau Jawa.

Jaringan tersebut dijadwalkan siap beroperasi secara komersial pada 2031, sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025-2034. “Harapannya bisa konstruksi mungkin tahun-tahun depan,” ujar Arief. 

Interkoneksi kelistrikan antarpulau ini digadang-gadang akan menyelesaikan masalah ketidaksesuaian atau mismatch antara sumber energi dengan sumber permintaan energi. Proyek ini akan menyalurkan listrik dari sumber energi baru terbarukan yang berada di daerah terpencil, menuju pusat kebutuhan listrik seperti kota besar, kawasan industri, atau wilayah padat penduduk.  

PLN menargetkan pembangunan green enabling super grid sepanjang 47.758 kilometer sirkuit (kms) dalam 10 tahun ke depan. Rinciannya, jaringan Jawa-Madura-Bali sekitar 13.900 ribu kms; Sumatra 11.200 kms; Kalimantan 9.800 ribu kms; Sulawesi 9.000 kms; serta wilayah Indonesia timur meliputi Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara 3.900 ribu kms.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...