Uni Eropa Setujui Bantuan Jerman untuk Pabrik Baterai EV Northvolt

Hari Widowati
9 Januari 2024, 17:05
Uni Eropa menyetujui rencana pemerintah Jerman memberikan bantuan senilai 902 juta euro (US$986,43 juta) untuk pabrik baterai kendaraan listrik Northvolt.
123rf.com/warat42
Uni Eropa menyetujui rencana pemerintah Jerman memberikan bantuan senilai 902 juta euro (US$986,43 juta) untuk pabrik baterai kendaraan listrik Northvolt.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Uni Eropa menyetujui rencana pemerintah Jerman memberikan bantuan senilai 902 juta euro (US$986,43 juta) untuk pabrik baterai kendaraan listrik Northvolt. Pabrik baru tersebut akan dibangun di Kota Heide, di bagian utara Jerman.

Komisi Eropa mengatakan bahwa pabrik tersebut akan mempercepat transisi hijau blok yang beranggotakan 27 negara itu dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Bantuan Jerman tersebut diperlukan agar Northvolt tidak perlu membangun pabrik baterainya di Amerika Serikat (AS).

Menurut laporan Reuters, bantuan Jerman tersebut terdiri atas hibah langsung senilai 700 juta euro dan jaminan senilai 202 juta euro.

Pabrik yang akan berlokasi di Kota Heide ini akan memiliki kapasitas tahunan sebesar 60 Gigawatthours (GWh). Kapasitas pabrik itu mampu memenuhi kebutuhan baterai untuk 800.000 hingga 1 juta kendaraan listrik per tahun, tergantung pada ukuran baterainya.

Produksi baterai kendaraan listrik Northvolt akan dimulai pada tahun 2026. Pabrik milik perusahaan asal Swedia itu akan mencapai kapasitas penuh pada tahun 2029.

Euronews menyebut persetujuan Uni Eropa terhadap subsidi dari negara-negara anggota untuk perusahaan ini merupakan yang pertama kali dilakukan untuk mencegah risiko beralihnya investasi ke luar Eropa.

Tanpa persetujuan tersebut, Northvolt akan memindahkan investasinya ke AS untuk mendapatkan keuntungan dari Inflation Reduction Act (IRA). Subsidi hijau yang menarik dari pemerintahan Joe Biden ini menawarkan keringanan pajak dan diskon yang besar untuk teknologi ramah lingkungan yang dibuat di AS.

Regulasi yang disebut 'matching aid' (bantuan yang sesuai) itu diadopsi sejak Maret 2023. "Matching aid adalah fitur baru yang kami gunakan untuk memastikan bahwa jika perusahaan ditawari bantuan di yurisdiksi lain, maka jika negara anggota bersedia, mereka dapat mencocokkan bantuan tersebut agar investasi dapat dilakukan di Eropa, agar teknologinya dapat dikembangkan di Eropa, dan pekerjaannya dapat ditempatkan di Eropa," ujar Kepala Persaingan Usaha UE Margrethe Vestager, yang mengumumkan persetujuan tersebut bersama dengan Wakil Kanselir Jerman Robert Habeck.

Vestager menilai keputusan tersebut membuka jalan bagi perkembangan yang kuat industri baterai kendaraan listrik di Eropa. Habeck menggambarkan keputusan tersebut sebagai "pengumuman besar bagi Jerman". Ekonomi terbesar di Uni Eropa itu memastikan bahwa Northvolt telah memilih Heide sebagai lokasi yang strategis karena ketersediaan energi terbarukan yang akan mendukung operasinya.

"Jerman tidak hanya ingin memiliki mobilitas hijau, tetapi mereka juga ingin memiliki produksi mobilitas hijau," kata Habeck. Menurutnya, industri Eropa di masa depan membutuhkan sektor-sektor baru yang kuat, seperti semikonduktor, baterai, elektrolisis, dan hidrogen.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...