Penerbitan Obligasi Hijau Meningkat Pesat Capai Rp 31,6 Triliun  

Image title
25 April 2025, 18:49
Green Bond
Vecteezy.com/style graphic
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mencatat penerbitan oblogasi hijaus atau green bond mencapai Rp 31,67 triliun sampai dengan 24 April 2025. Direktur Pengawasan Emiten dan Perusahaan Publik I OJK, M. Maulana, mengatakan capaian tersebut merupakan akumulasi sejak pertama kali diterbitkan pada 2018.

Maulana mengatakan penerbitan green bond di Indonesia meningkat cukup signifikan jika dibandingkan dengan tahun pertama sebesar Rp 500 miliar.

“Sampai 24 April yang telah menerbitkan sustanabiility bond (green bond) sebesar Rp 11,91 triliun,” ujar Maulana  dalam Executive Forum"Kesiapan Dana Swasta Indonesia Dalam Pembiayaan Iklim" di Jakarta, Jumat (25/4).

 Selain obligasi hijau, Indonesia juga memiliki instrumen keberlanjutan lainya sebagai bagian dari upaya mendukung pembiayaan berkelanjutan di pasar modal Indonesia. Salah satunya dengan memberikan mandat kepada perusahaan tercatat di bursa untuk melaporkan laporan berkelanjutan.

 Dengan begitu, maka investor dapat  mendukung perusahaan yang berkomitmen memperbaiki lingkungan melalui investasi pada sektor-sektor berkelanjutan. Maulana mengatakan investor dapat memanfaatkan laporan keberlanjutan  untuk menilai emiten-emiten yang memiliki rencana dalam meningkatkan kualitas lingkungan.

 "Kami mewajibkan emiten untuk mempertanggungjawabkan rencananya ke depan, bagaimana upaya mereka memperbaiki lingkungan,” ujarnya.

Meski begitu, ia melihat ada tatangan besar dalam mendorong investor untuk memilih perusahaan yang mempunyai rencana untuk memperbaiki lingkungan. Berdasarkan riset OJK, motivasi investor di Indonesia masih didominasi oleh tujuan pribadi dan belum sepenuhnya mengarah pada kepedulian terhadap isu lingkungan.

“Bagaimana kita bisa menjadikan investor sadar bahwa ini penting? Apalagi Indonesia sudah berjanji kepada dunia untuk mencapai zero emission pada tahun 2060,” ungkapnya.

Maulana meminta agar investor tidak hanya mengejar imbal hasil semata, melainkan rela menerima return yang lebih rendah demi kontribusi terhadap perbaikan lingkungan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Djati Waluyo

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...