Revitalisasi Zona 3 Sungai Jagir : Ruang Terbuka Hijau Baru untuk Publik
Yayasan Harmoni Tirta Lestari (Hartari) merevitalisasi zona 3 kawasan Sungai Jagir sebuah tahap awal untuk menghadirkan ruang terbuka hijau sekaligus jogging track sepanjang 200 meter. Ini dirancang sebagai ruang publik inklusif, sehat, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Langkah ini merupakan bagian dari program CSR bertajuk JAGIR (Jejak Aksi Gotong Royong untuk Inisiatif Revitalisasi), yang merefleksikan komitmen kolektif dalam membangun masa depan lingkungan yang lebih baik. Kolaborasi melibatkan pemerintah, sektor swasta, komunitas, hingga dunia pendidikan.
Wakil Ketua Dewan Pembina Yayasan Hartari Rachmat Harsono, dalam sambutannya menekankan bahwa inisiatif ini lahir dari semangat pelestarian jangka panjang. Menurutnya, sungai bersih yang terawat bukan hanya soal lingkungan tapi juga soal kesehatan, kebersamaan, dan kebahagiaan dari warga kota.
"Let river be river bukan sekadar slogan, tapi panggilan jangka panjang untuk mengembalikan fungsi alami sungai sebagai nadi kehidupan” ujar Rachmat, dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (27/7).
Sejalan dengan visi mengembalikan fungsi alami sungai, Ketua Dewan Pengawas Hartari Mohammad Nuh menyampaikan empat langkah strategis dalam membangun ekosistem sungai yang lebih baik.
Pertama adalah membangkitkan kepedulian publik terhadap lingkungan. Kedua, membangun pembiasaan-pembiasaan yang baik di sekitar sungai. Ketiga, meningkatkan apresiasi kepada siapapun yang pedulian terhadap sungai.
"Keempat, kalau itu semua sudah jalan maka bisa membangun ekosistem Sungai Jagir yang lebih baik,” jelas Mohammad.
Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Surabaya dan lembaga terkait menjadi pondasi penting dalam transformasi kawasan sungai ini.
Sinergi ini dijalankan dalam semangat gotong royong demi menciptakan ruang publik yang bersih, asri, fungsional, dan ramah lingkungan. Hal ini selaras dengan visi menjadikan Surabaya hebat, Surabaya sehat, Surabaya hijau dan lestari.
Agus Imam Sonhaji, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya yang hadir mewakili Wali Kota Surabaya menuturkan, lingkungan haruslah dijaga sebagai warisan masa depan.
"Setiap kami diskusikan bersama pihak yang membantu, memang penta helix. Asal muasal muncul dari sektor bisnis, kemudian unsur government terlibat jadi bahwa ada program luar biasa yang digagas dan butuh dukungan berbagai pihak,” ujar
Rangkaian acara berlangsung selama empat hari, dimulai pada 23 Juli 2025, bertepatan dengan Hari Anak Nasional, dengan berbagai kegiatan yang edukatif dan menghibur.
Antara lain lomba mewarnai, pemeriksaan kesehatan gratis (mini MCU), penampilan seni budaya dari komunitas dan universitas, hingga pertunjukan musik senja di tepi sungai yang membawa suasana baru di kawasan Jagir.
Acara puncak yang digelar pada Sabtu, 26 Juli 2025, ditandai dengan prosesi sedekah bumi, penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan berbagai mitra, serta menjadi bagian dari penutup rangkaian 50 Tahun Samator Group.
Momen ini semakin meriah dengan penampilan spesial dari band Coldiac yang tampil langsung di panggung tepian sungai.
Ketua Yayasan Hartari Indra Perdana, turut menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor sebab keberhasilan program JAGIR hanya bisa dicapai melalui kerja sama yang kuat dan menyeluruh.
"Oleh karena itu, kami melibatkan berbagai pihak seperti komunitas lokal, akademisi dari UGM dan ITS, mitra swasta, serta instansi seperti Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Perum Jasa Tirta 1 (PJT 1), dan Dinas Lingkungan Hidup,” tuturnya.
