RI Tawarkan Proyek Giant Sea Wall ke Cina hingga Jepang

Agustiyanti
6 September 2025, 12:42
giant sea wall, cina, jepang
Katadata/Fauza Syahputra
Tanggul laut yang berdiri di kawasan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (17/6/2025). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menggunakan surplus Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan pendapatan dari pengolahan sampah menjadi energi listrik untuk membiayai pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pemerintah menawarkan peluang investasi untuk proyek Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall kepada investor dari sejumlah negara, termasuk China, Korea Selatan, Jepang, hingga negara-negara Eropa. Proyek ini ditaksir membutuhkan biaya mencapai  80 miliar dolar AS atau lebih dari Rp 1.300 triliun.

Proyek ini termasuk dalam program strategis nasional (PSN) pemerintahan Prabowo untuk melindungi kawasan pesisir dari ancaman banjir rob dan dampak perubahan iklim.

“Jadi Giant Sea Wall itu menjadi program besar Pak Presiden, program unggulan, program andalan yang diharapkan bisa menyelamatkan masyarakat di pesisir terhadap perubahan cuaca, climate change,” kata Airlangga usai menghadiri diskusi bersama Kadin Indonesia di Jakarta, Kamis.

Ia menerangkan, sejumlah fase pembangunan Giant Sea Wall akan ditawarkan untuk kerja sama pendanaan dengan negara mitra. Pembiayaan proyek difokuskan pada skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

“Fase-fase itu tentunya salah satu nanti akan ditawarkan ke beberapa negara termasuk China. Negara lain sudah juga ditawarkan seperti Korea (Korsel), Jepang, negara Eropa,”  kata Airlangga.

Proyek ini antara lain ditawarkan melalui Danantara kepada China Everbright Environment Group. "Bersama China Railway Construction Corporation (CRCC), kami membahas proyek kereta cepat dan perlindungan pesisir atau Giant Sea Wall, meninjau solusi hijau bersama China Everbright Environment Group, serta menjajaki peluang besar dengan CITIC Group di sektor energi dan ketahanan pesisir," ujar CEO Danantara Rosan Roeslani dalam akun Instagramnya. 

Presiden Prabowo sebelumnya menghadiri undangan khusus Presiden China Xi Jinping di Beijing pada peringatan 80 tahun Hari Kemenangan, Rabu (3/9). Dalam pertemuan tersebut, kedua kepala negara itu sempat membahas peluang kerja sama infrastruktur strategis, termasuk proyek Giant Sea Wall.

Prabowo pada akhir bulan lalu juga telah mengumumkan pembentukan Badan Otorita Pengelola Pantura untuk merancang, membangun, sekaligus mengelola proyek tanggul laut utara Jawa. Keberadaan badan ini difungsikan agar mempercepat penanganan rob sekaligus melindungi jutaan warga yang bermukim di pesisir pantai utara Jawa.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...