RI Gaungkan Transisi Hijau dan Ekonomi Sirkular di Agenda WEF New York

Agustiyanti
25 September 2025, 11:07
zulhas, transisi hijau
ANTARA FOTO/Auliya Rahman/YU
Menteri Koordinator (menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (tengah) menegakan komitmen Indonesia terhadap transisi hijau dalam agenda World Economy Forum di New York.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indonesia menegaskan komitmen untuk mendorong investasi hijau dan memperkuat ekonomi sirkular, khususnya di sektor pangan dan pengelolaan sampah plastik. Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan saat menjadi pembicara dalam rangkaian agenda Sustainable Development Investment Mobilization (SDIM) dan Global Plastic Action Partnership (GPAP) yang diselenggarakan World Economic Forum (WEF) di New York, Amerika Serikat.

“Indonesia terus berupaya memperkuat ekosistem investasi yang mendukung ketahanan pangan dan pengurangan limbah plastik. Forum ini menjadi momentum penting untuk memperluas kolaborasi dan memperkenalkan inisiatif konkret yang telah kami jalankan,” ujar Zulkifli Hasan seperti dikutip dari keterangan resmi, Kamis (25/9).

Dalam pidatonya, Zulhas pun menyoroti pencapaian Indonesia seperti pengembangan ekonomi hijau, transisi energi bersih, serta langkah transformasi sistem pangan yang inklusif dan tangguh.

Zulhas menghadiri forum ini di sela-sela tugas pendampingan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dalam lawatan kenegaraan ke Amerika Serikat.  Agenda SDIM dan GPAP yang digagas WEF dnilai menjadi ajang penting bagi para pemangku kepentingan dunia untuk menyatukan visi dan aksi dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

Pemerintah saat ini berencana menggarap proyek pengelolaan sampah menjadi energi atau waste to energy melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara. Proyek ini akan didanai melalui penerbitan Patriot Bonds atau Obligasi Patriotik oleh Danantara yang ditargetkan dapat menghimpun  US$ 3,1 miliar atau sekitar Rp 50 triliun. 

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani menyampaikan bahwa proses tender proyek waste to energy akan segera dilaksanakan di sejumlah daerah yang telah siap, antara lain Jakarta, Bandung, Bali, Semarang, Surabaya, dan Makassar.

“Dan daerah-daerah lain yang prioritas yang sudah bisa jalan kami akan melakukan tender proses secara terbuka dan transparan,” kata Rosan kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (4/9).

Program bertajuk Patriot Bonds: A Love Letter for Indonesia’s Future akan melibatkan puluhan konglomerat Tanah Air. BPI Danantara menyebut, instrumen ini akan diterbitkan melalui skema private placement senilai puluhan triliun rupiah kepada para pebisnis terkemuka. Kabarnya, para konglomerat terkaya nasional setidaknya akan menempatkan masing-masing Rp 3 triliun.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...