Brasil dan UNDP Perkenalkan Skema Pembiayaan Hutan TFFF ke ASEAN

Rezza Aji Pratama
21 Oktober 2025, 08:18
Brasil
TFFF
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pemerintah Brasil dan United Nations Development Programme (UNDP) memperkenalkan skema Tropical Forest Forever Facility (TFFF) kepada negara-negara ASEAN, menjelang peluncuran resminya di COP30 di Belem, November mendatang.

Henrique Ferraro, Duta Besar Brasil untuk ASEAN mengatakan inisiatif ini menjadi langkah strategis memperkuat kerja sama multilateral dalam menghadapi krisis iklim dan hilangnya keanekaragaman hayati. Negara-negara ASEAN, yang memiliki sebagian besar hutan tropis dengan cadangan karbon tertinggi di dunia, diharapkan dapat menjadi mitra utama dalam skema pendanaan inovatif ini.

“TFFF sejalan dengan aspirasi ASEAN untuk mencapai pertumbuhan berkelanjutan menuju masa depan netral karbon,” ujar kata Ferraro, Senin (20/10).

Ferraro menyebut Brasil akan menyumbang dana awal sebesar 1 miliar dolar AS untuk TFFF. Komitmen itu menegaskan peran Brasil bukan hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga investor aktif dalam perlindungan hutan global. TFFF dipimpin oleh Brasil dan dikembangkan bersama komite interim yang beranggotakan negara-negara tropis seperti Indonesia, Kolombia, Ghana, Malaysia, dan Republik Demokratik Kongo. Selain itu, program ini juga didukung oleh lima negara sponsor yakni Prancis, Jerman, Norwegia, Uni Emirat Arab, dan Inggris.

Berbeda dari model bantuan konvensional, TFFF menggunakan pendekatan blended finance yang memadukan dana publik dan swasta agar pendanaan konservasi lebih berkelanjutan dan berdampak luas. Skema ini juga memastikan dana mengalir langsung ke komunitas lokal dan masyarakat adat yang menjaga hutan di lapangan.

“Inisiatif ini menunjukkan bagaimana negara-negara di Global South merancang solusi atas tantangan bersama mereka,” kata Sara Ferrer Olivella, Resident Representative UNDP Indonesia.

Direktur Kerja Sama Eksternal ASEAN, Ida Bagus Made Bimantara, menilai keterlibatan Asia Tenggara penting dalam upaya global melindungi hutan tropis. Ia menyebut TFFF menghadirkan kerangka pembiayaan inovatif untuk mengatasi kesenjangan pendanaan konservasi.

“Dukungan terhadap inisiatif seperti ini penting agar hutan tropis tetap lestari dan terus berkontribusi bagi stabilitas iklim global,” katanya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rezza Aji Pratama

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...