Industri Mobil Listrik Bersiap Capai TKDN 60%, Kebut Produksi Sel Baterai
Industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) roda empat tengah bersiap memasuki era baru, untuk kewajiban mencapai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 60% mulai 2027 mendatang. Produksi sel baterai dipandang jadi cara konkret memenuhi target tersebut.
Ketentuan TKDN termaktub dalam Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2023. Selama 2022-2026, target capaian TKDN sebanyak 40%, lalu meningkat 60% pada 2027-2029, serta minimum 80% pada 2030 dan seterusnya.
Industri mobil listrik, terutama yang mengikuti program insentif Perpres 79/2023, bisa memenuhi 40% TKDN dari impor perakitan produk di dalam negeri atau completely knocked down (CKD). Menurut Ketua Tim Kerja KBLBB Kementerian Perindustrian Patia Junjungan Monangdo, unsur baterai berperan penting untuk mengejar target berikutnya.
“Yang menjadi topik krusialnya juga adalah baterai,” kata Patia, dalam diskusi yang diadakan oleh Asosiasi Ekosistem Mobilitas Listrik (AEML) di Jakarta, Jumat (30/1).
Patia menjelaskan, produksi baterai di dalam negeri bisa memenuhi target TKDN hingga 50%. Oleh sebab itu, pemenuhan TKDN 60% tahun depan bisa ringkas tercapai dengan mengombinasikan perakitan produk dalam negeri, plus baterainya.
Menurut dia, TKDN bisa naik 10% jika perusahaan menggunakan baterai yang dikemas di Indonesia. Sementara produksi baterai berupa housing dan wiring harness dalam negeri akan meningkatkan TKDN sebesar 20%.
“Kemudian untuk mencapai 30% itu battery management system-nya diproduksi di dalam negeri. Untuk bisa mencapai 40% ini harus sel baterainya diproduksi dalam negeri,” ucap Patia.
Sementara hingga saat ini, baru ada satu perusahaan industri baterai di Indonesia yang bisa memproduksi sel sendiri. Sisanya hanya mengemas baterai. Patia berharap, setidaknya tahun ini para produsen baterai lain bisa mengejarnya.
Meskipun begitu, kata Patia, enam perusahaan KBLBB di Indonesia yang sudah CKD pada 2025, telah memiliki peta jalan mencapai TKDN 60%. Perusahaan-perusahaan yang dimaksud adalah Hyundai, Wuling, Chery, Neta, MG, dan Polytron.
Menanggapi hal ini, PT Era Industri Otomotif sebagai produsen mobil listrik Xpeng berharap ada dukungan pemerintah untuk pihaknya melokalisasi sel baterai.
“Kalau kita dapat dukungan untuk bisa melokalisasi sel itu, tentu akan sangat membantu industri meningkatkan TKDN-nya,” kata Doddy Setiawan, Vice President Operations PT Era Industri Otomotif.
Xpeng merupakan salah satu jenama KBLBB roda empat yang bersiap melakukan CKD tahun ini, usai ikut menikmati insentif berdasarkan Perpres 79/2023.
