Kemenhut Siapkan Perhutanan Sosial Jadi Pemasok Dapur MBG

Ajeng Dwita Ayuningtyas
19 Februari 2026, 15:57
Pekerja memasak telur menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polresta Samarinda di Samarinda Ulu Jawa, Kalimantan Timur, Selasa (4/11/2025).
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa.
Pekerja memasak telur menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polresta Samarinda di Samarinda Ulu Jawa, Kalimantan Timur, Selasa (4/11/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan Catur Endah Prasetiani membeberkan rencana pemerintah menyalurkan produk Perhutanan Sosial ke dapur-dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

Rencana ini bisa membuka peluang ekonomi besar bagi Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS). Apalagi, bila merujuk pada laporan Badan Gizi Nasional (BGN), terdapat 19 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias penyelenggara dapur MBG per akhir 2025 lalu. 

“Madu bisa kami sachet-kan, kami masukkan ke SPPG. Untuk daya tahan tubuh anak, daya tahan ibu-ibu, manula,” kata Catur, dalam diskusi bertajuk Aksi Kolaborasi Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat Pascabencana di Jakarta, pada Kamis (19/2). 

Pihaknya juga merencanakan penggabungan beberapa KUPS berdasarkan komoditasnya untuk menjadi Koperasi Usaha Perhutanan Sosial. Koperasi ini akan menjadi bagian dari Koperasi Desa Merah Putih (KSMP). 

“Kalau dimasukkan dalam gerai KDMP, penjualannya lebih meluas,” ucapnya. Jadi, bila sebelumnya KDMP menjual produk-produk buatan industri, perlahan bisa beralih menjual produk-produk hasil Perhutanan Sosial. 

Untuk itu, rencana-rencana ini harus dicantumkan dalam dokumen Rencana Kelola Perhutanan Sosial (RKPS).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...