BEI Catat Transaksi GSS Bonds Melonjak 156 Kali Lipat, Capai Rp 78 Triliun

Ajeng Dwita Ayuningtyas
6 April 2026, 15:14
Plt Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengungkapkan perkembangan transaksi Green Sustainability and Social Bonds (GSS Bonds) dalam Katadata ESG Forum: ESG untuk Akselerasi Dekarbonisasi dan Bisnis Hijau Indonesia, di Gedung BEI Jak
Youtube Katadata
Plt Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengungkapkan perkembangan transaksi Green Sustainability and Social Bonds (GSS Bonds) dalam Katadata ESG Forum: ESG untuk Akselerasi Dekarbonisasi dan Bisnis Hijau Indonesia, di Gedung BEI Jakarta, pada Senin (6/4).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pertumbuhan signifikan instrumen utang Green Social and Sustainability (GSS) Bonds, dalam delapan tahun terakhir.  

Pejabat Sementara Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, pada 2018 baru ada instrumen utang senilai Rp 500 miliar yang dikucurkan untuk proyek menyangkut lingkungan, sosial, dan keberlanjutan. Per Maret 2026, nilai transaksi GSS Bonds meningkat menjadi Rp78,1 triliun.

“Hari ini sudah ada pencapaian GSS Bonds dan sukuk di BEI senilai Rp 78,1 triliun. Kalau dilihat pertumbuhannya, tumbuh 156 kali,” kata Jeffrey, dalam sambutannya di Katadata ESG Forum: ESG untuk Akselerasi Dekarbonisasi dan Bisnis Hijau Indonesia, di Jakarta, pada Senin (6/4).

Meski begitu, Jeffrey menilai masih banyak ruang untuk pembiayaan ‘hijau’ ini tumbuh, mengingat kebutuhan Indonesia untuk upaya dekarbonisasi dan menghadapi perubahan iklim juga masih cukup besar.  

Jeffrey mengatakan, BEI memastikan ketersediaan produk dan infrastruktur yang mendukung agenda besar tersebut. Ia menilai indeks ESG semakin diandalkan untuk pengambilan keputusan investasi, khususnya pada sektor energi terbarukan dan transisi energi. Sejauh ini, laporan keberlanjutan juga hampir dipenuhi oleh perusahaan-perusahaan yang melantai di BEI. 

“Ini bukan hanya soal kepatuhan yang sudah cukup tinggi, tetapi bagaimana secara substantif itu semakin baik dari waktu ke waktu,” ujar Jeffrey. 

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...