WTJJ Jadikan ESG sebagai Gerbang Pendanaan Hijau Infrastruktur Air Berkelanjutan

Ratu Monita
Oleh Ratu Monita - Tim Publikasi Katadata
7 April 2026, 19:30
Rendy Ardiansyah, Direktur Utama WTJJ, di Katadata ESG Forum 2026
Katadata/Fauza
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Di tengah meningkatnya tuntutan bisnis berkelanjutan, PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur (WTJJ) menjadikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai fondasi strategi bisnis sekaligus financing gateway dalam pengembangan infrastruktur air berkelanjutan.

Komitmen ini disampaikan dalam partisipasi WTJJ pada Katadata ESG Forum 2026 yang mengangkat tema “Akselerasi Dekarbonisasi & Bisnis Hijau Indonesia Melalui ESG”, yang berlangsung di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (6/4/2026). 

Direktur Utama WTJJ, Rendy Ardiansyah, menegaskan bahwa ESG bukan sekadar kerangka kepatuhan. Bagi perusahaan, prinsip tersebut menjadi strategi inti perusahaan dalam menjawab tantangan bisnis dan peluang pembiayaan.

“ESG bukan sekadar biaya, melainkan financing gateway yang membuka akses pendanaan lebih luas melalui peningkatan kepercayaan investor dan lembaga keuangan,” ujarnya.

Bagi WTJJ, imbuh Rendy, ESG juga berfungsi sebagai dynamic capability, kemampuan adaptif perusahaan dalam merespons dinamika bisnis, termasuk ketika sektor infrastruktur menghadapi sentimen negatif. 

Transformasi berbasis ESG yang dimulai pada 2024 disebut telah memperkuat profil risiko perusahaan. Pendekatan ini membuat WTJJ memiliki diferensiasi dibandingkan proyek infrastruktur konvensional.

Strategi tersebut mulai terbukti efektif. Pada September 2025, WTJJ berhasil memperoleh pendanaan hijau untuk proyeknya setelah kinerja keberlanjutan perusahaan divalidasi pihak ketiga.

Kinerja ESG WTJJ turut mendapat pengakuan global. Berdasarkan penilaian S&P Global pada Februari 2026, perusahaan meraih ESG Score sebesar 55, menempatkannya sebagai peringkat pertama di Indonesia dan masuk Top 5 dunia dalam kategori sektor air.

Transformasi Operasional Berbasis ESG

Implementasi ESG di WTJJ tidak berhenti pada tataran strategi, tetapi diterapkan secara konkret dalam operasional.

Sebagai pengelola Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang sangat bergantung pada energi, WTJJ melakukan efisiensi melalui penerapan variable speed drive pada hampir seluruh pompa. Teknologi ini memungkinkan penggunaan listrik menyesuaikan kebutuhan operasional secara real-time, sehingga lebih efisien.

Perusahaan juga mulai memanfaatkan energi alternatif seperti panel surya, serta menerapkan sistem manajemen energi berbasis ISO 50001. Upaya ini tidak hanya menekan biaya energi, yang merupakan komponen terbesar dalam struktur biaya, tetapi juga meningkatkan fleksibilitas serta ketahanan bisnis.

Transformasi juga dilakukan pada aspek tata kelola, termasuk penyesuaian visi dan misi perusahaan, kebijakan internal, hingga prosedur operasional agar selaras dengan prinsip ESG.

Infrastruktur Air Berkelanjutan

WTJJ merupakan Badan Usaha Pelaksana proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk SPAM Regional Jatiluhur I. Proyek ini memiliki kapasitas 4.750 liter per detik dan melayani DKI Jakarta, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, serta Kabupaten Karawang, dengan cakupan sekitar 2 juta jiwa atau lebih dari 380 ribu sambungan rumah.

Sejak mulai beroperasi pada 18 Desember 2024, SPAM Regional Jatiluhur I menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan air perkotaan. Dengan memanfaatkan sumber air permukaan dari Waduk Jatiluhur, proyek ini turut mengurangi ketergantungan terhadap air tanah yang selama ini menjadi salah satu penyebab penurunan muka tanah di wilayah perkotaan.

WTJJ menegaskan bahwa penyediaan air bersih tak hanya sebuah aktivitas bisnis, tetapi juga komitmen jangka panjang terhadap keberlanjutan lingkungan dan masyarakat.

Investment is not just about funding schemes, but a long-term commitment to sustainable water,” tandas Rendy.

Perjalanan transformasi WTJJ menunjukkan bahwa integrasi ESG mampu menerjemahkan kebutuhan bisnis seperti kepastian arus kas (cashflow certainty) dan kelayakan proyek (project bankability) menjadi nilai yang dapat dipahami oleh investor.

Melalui tata kelola yang transparan, manajemen risiko yang kuat, serta dampak keberlanjutan yang terukur, ESG menjadi bahasa baru dalam menjembatani kepentingan bisnis dan pembiayaan.

Ke depan, WTJJ berkomitmen untuk terus menghadirkan infrastruktur air berkelas dunia yang tidak hanya efisien secara ekonomi, tetapi juga berkelanjutan secara lingkungan dan sosial.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...