Daftar 39 Perusahaan Peraih Penghargaan PROPER Emas KLH 2026
Penghargaan Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan atau yang lebih dikenal dengan PROPER, kembali digelar Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) tahun ini. Program apresiasi ini telah berjalan selama tiga dekade, konsisten sejak 1995 silam.
PROPER merupakan program penilaian kinerja perusahaan yang bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan perusahaan dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menjelaskan, semua perusahaan di Indonesia wajib memiliki dokumen lingkungan yang sifatnya relatif rigid dan dilaporkan setiap enam bulan sekali.
“Metode pendekatan dengan mengedepankan prestasi ini juga merupakan salah satu langkah dalam menjaga ketaatan lingkungan hidup,” kata Hanif disela-sela acara penghargaan di Jakarta, Selasa (7/4).
Pada periode penilaian 2024/2025 kali ini, PROPER diikuti oleh 5.476 perusahaan, meningkat 22% dari periode sebelumnya yang baru menggaet 4.495 perusahaan. Penghargaan ini kemudian menjadi apresiasi bagi para perusahaan yang telah mengikuti kaidah-kaidah tata lingkungan tersebut.
Hasil kinerja lingkungan para perusahaan itu kemudian akan diperingkatkan mulai dari kategori Merah dan Hitam untuk perusahaan yang belum memenuhi ketentuan, Biru untuk tingkat kepatuhan dasar, serta Hijau dan Emas untuk perusahaan yang mampu melampaui kewajiban dan menunjukkan hasil nyata keberlanjutan lingkungan.
Dari hasil penilaian kinerja periode ini, 39 perusahaan mendapat gelar PROPER Emas, 243 perusahaan mendapat gelar PROPER Hijau, sementara sisanya mendapat gelar PROPER Biru, Merah, dan Hitam.
“Kita mengapresiasi perusahaan yang telah menunjukkan kepemimpinan lingkungan. Bagi yang belum taat, pemerintah tidak akan ragu melakukan pembinaan secara ketat hingga penegakan hukum,” ujar Hanif.
Menurut dia, perlindungan lingkungan hidup merupakan kewajiban perusahaan dan bukan pilihan.
Ketua Dewan Pertimbangan PROPER Sudharto P. Hadi kemudian menjelaskan, pendekatan yang dilakukan dalam penilaian tidak lagi parsial, melainkan berbasis life cycle assessment (LCA) atau menganalisis seluruh daur hidup produk, mulai dari bahan baku, proses produksi, distribusi, penggunaan, sampai pengelolaan limbah.
“Kategori Emas tidak cukup hanya inovasi lingkungan, tetapi juga inovasi sosial, yakni mengintegrasikan kebutuhan masyarakat dengan strategi dan kebijakan operasi perusahaan sehingga menghasilkan kemandirian masyarakat,” kata dia.
Tercatat ada 1.806 inovasi lingkungan dan sosial dari perusahaan yang berkontribusi pada efisiensi energi dan air, penurunan emisi gas rumah kaca, pengelolaan limbah berbasis sirkular, hingga perlindungan keanekaragaman hayati.
Program-program tersebut kemudian berdampak pada masyarakat melalui program pemberdayaan senilai Rp1,01 triliun, serta memunculkan puluhan ribu kegiatan sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Berikut 39 perusahaan peraih PROPER Emas dari KLH:
- PT Badak NGL
- PT PLN Indonesia Power PLTGU Priok
- PT Pertamina Patra Niaga - Integrated Terminal Jakarta
- Star Energy Geothermal (Wayang Windu) Ltd
- PT Pertamina Geothermal Energy Area Kamojang
- PT PLN Indonesia Power PLTP Kamojang Darajat
- PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero)
- PT Pertamina Gas - Southern Sumatera Area
- PT PLN Indonesia Power PLTP Gunung Salak
- PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit VI Balongan
- PT Aisin Indonesia
- PT PLN Nusantara Power UP Muara Tawar
- PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia - Karawang Plant
- PT PLN Nusantara Power UP Cirata
- PT Bio Farma (Persero)
- PT PLN PLN Indonesia Power PLTGU Granti
- PT Pertamina Patra Niaga - Integrated Terminal Surabaya
- PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit IV Cilacap
- PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk
- PT Pertamina Patra Niaga - Integrated Terminal Semarang
- PT Polytama Propindo
- PT PLN Nusantara Power UP Gresik
- PT Bridgestone Tire Indonesia - Karawang
- PT Pertamina Gas - Area Jawa Bagian Timur
- PT PLN Indonesia Power PLTA Mrica
- PT Kaltim Methanol Industri
- PT Pertamina Gas - Area Kalimantan - SKG Bontang
- PT PLN Indonesia Power PLTA Mrica Wonogiri
- PT Timah Tbk
- PT Pupuk Kaltim
- PT PLN Nusantara Power UP Muara Karang
- PT Pertamina Geothermal Energy Area Ulubelu
- PT Indomakmur Sawit Berjaya
- PT PLN Indonesia Power PLTG Borang
- PT Perusahaan Gas Negara TBk - Stasiun Pagardewa
- PT Adaro Indonesia
- PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit III Plaju
- PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk - Pabrik Citeureup
- PT Mitra Stania Prima
