SOS Sampah Plastik, PepsiCo Janji Kurangi Plastik Virgin 5% per Tahun

Ajeng Dwita Ayuningtyas
24 April 2026, 21:37
CheetosRaksasa makanan dan minuman PepsiCo Global melaporkan penurunan penggunaan plastik virgin sebanyak lima persen pada 2024 dibandingkan tahun sebelumnya.
Bakery and Snacks
Raksasa makanan dan minuman PepsiCo Global melaporkan penurunan penggunaan plastik virgin sebanyak lima persen pada 2024 dibandingkan tahun sebelumnya.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Raksasa makanan dan minuman PepsiCo Global melaporkan penurunan penggunaan plastik virgin sebanyak lima persen pada 2024 dibandingkan tahun sebelumnya. Perusahaan menyatakan tengah berupaya untuk beralih ke kemasan berkelanjutan atau daur ulang untuk menekan penambahan sampah plastik.

“Kami mengurangi penggunaan plastik virgin dalam lingkup operasional kami sebesar lima persen dari tahun ke tahun. Kami memiliki sekitar 15 persen bahan daur ulang dalam lingkup tersebut,” kata Chief Sustainability Officer PepsiCo Global Jim Andrew dalam wawancara di Jakarta, Jumat (24/4). 

Plastik virgin adalah plastik yang dibuat dari bahan baku baru alias belum pernah digunakan atau didaur ulang sebelumnya. Plastik virgin atau plastik murni umumnya berasal dari bahan bakar fosil seperti minyak bumi atau gas alam. Penggunaan plastik virgin banyak dikritik aktivis lingkungan karena plastik sudah terlalu banyak mencemari lingkungan.  

Meski begitu, kata Jim, perusahaan tetap memprioritaskan untuk mengurangi penggunaan plastik sebagai kemasan, baru kemudian menggunakan plastik daur ulang. 

Perusahaan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk program kemasan berkelanjutan. Di level global, PepsiCo menggaet antara lain Ellen MacArthur Foundation, badan amal yang berbasis di Inggris dengan agenda pengembangan ekonomi sirkular. 

Di Indonesia, perusahaan menjalin kolaborasi dengan Indonesia Packaging Recovery Organization (IPRO) dan Bali Waste Cycle. Keduanya membantu industri penghasil makanan ringan dan minuman kemasan ini untuk mengumpulkan produk pascapakai dan mendaurulang-nya. 

Produksi Plastik Global Tembus 400 Juta Ton per Tahun

Mengutip United Nations Environment Programme (UNEP), lebih dari 400 juta ton plastik diproduksi setiap tahun di seluruh dunia. Setengahnya didesain untuk sekali pakai, sedangkan yang didaur ulang tak lebih dari 10 persen. 

Diestimasi, sekitar 11 juta ton sampah plastik mengendap di sungai dan danau, bermuara ke laut, atau masuk ke dalam rantai makanan manusia dalam bentuk mikroplastik. Benda kecil dari serpihan plastik ini dapat masuk ke tubuh manusia dan menjadi pemicu sejumlah masalah kesehatan.

Data UNEP juga mengungkap, industri kemasan adalah penghasil sampah plastik sekali pakai terbesar di dunia. 

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...