16 Pejuang Lingkungan Raih Kalpataru 2026: Pengelola Sampah hingga Pecinta Satwa

Ajeng Dwita Ayuningtyas
11 Juni 2026, 13:46
16 penjuang lingkungan memeroleh penghargaan Kalpataru 2026.
Ajeng Dwita Ayuningtyas I Katadata
16 penjuang lingkungan memeroleh penghargaan Kalpataru 2026.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memberikan penghargaan Kalpataru 2026 kepada 16 individu dan kelompok yang dinilai berjasa dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia. Para penerima mengembangkan beragam inisiatif, mulai dari pengelolaan sampah, restorasi mangrove, perlindungan hutan adat, pelestarian satwa liar, hingga pemberdayaan masyarakat.

Kalpataru merupakan penghargaan tertinggi pemerintah di bidang lingkungan hidup. Tahun ini, penghargaan diserahkan dalam ajang Envirotech 2026 yang menjadi bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat mengatakan Kalpataru, yang berasal dari bahasa Sanskerta dan berarti "pohon kehidupan", diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk ikut terlibat dalam pelestarian lingkungan.

"Dengan acara seperti ini, kita ingin orang 'iri' melihat ada yang mendapat penghargaan karena berbakti pada lingkungan, lalu terdorong untuk ikut berpartisipasi," kata Jumhur di Jakarta, Kamis (11/6).

Selain memberikan penghargaan, KLH berkomitmen untuk mendukung program para penerima Kalpataru. Menurut Jumhur, dukungan pemerintah tidak selalu harus berbentuk bantuan anggaran, tapi memfasilitasi kerja sama dengan dunia usaha dan lembaga filantropi yang memiliki perhatian terhadap isu lingkungan.

"Banyak perusahaan maupun lembaga filantropi yang bersedia mendukung kegiatan pelestarian lingkungan. Pemerintah akan membantu menjembatani kebutuhan para pegiat lingkungan dengan para pihak yang ingin berkontribusi," ujarnya.

Kalpataru 2026 terdiri atas tiga kelompok penghargaan, yakni Kalpataru Adya, Kalpataru Yuvan, dan Kalpataru Lestari. Kalpataru Adya diberikan kepada perintis, pengabdi, penyelamat, dan pembina lingkungan. Sedangkan Kalpataru Yuvan diberikan kepada generasi muda yang berkontribusi dalam pelestarian lingkungan. Dan, Kalpataru Lestari diberikan kepada penerima Kalpataru pada tahun-tahun sebelumnya yang dinilai konsisten menjaga keberlanjutan lingkungan dan menginspirasi masyarakat.

Para penerima Kalpataru 2026 berasal dari berbagai daerah di Indonesia dengan beragam inovasi, mulai dari gerakan sedekah sampah berbasis masjid dan sekolah, rehabilitasi mangrove pascatsunami, perlindungan hutan adat, konservasi satwa endemik, pengembangan wisata mangrove, hingga restorasi lahan kritis dan konservasi penyu.

Daftar Peraih Kalpataru 2026:

  • Kalpataru Adya

Kategori Perintis Lingkungan:

  1. Ananto Isworo (DIY) - Inisiator shadaqah sampah berbasis eco-masjid dan gerakan shadaqah sampah di sekolah
  2. Wibi Nugraha (Sumatera Utara) - Pemberdayaan masyarakat pesisir melalui pembibitan dan penanaman mangrove berbasis silvofishery
  3. Jamaluddin (Sulawesi Selatan) - Gerakan literasi lingkungan dan aksi sadar Iklim

Kategori Pengabdi Lingkungan:

  1. Abdul Hadi (Aceh) - Penyelamat mangrove di lahan kritis pasca tsunami Aceh
  2. Taufik Ismail (Kalimantan Timur) - Penyelamatan Fungsi Lingkungan Hidup di Kawasan Pesisir dan Pengembangan Eco Wisata Kawasan Mangrove

Kategori Penyelamat Lingkungan:

  1. Pejuang Muda Wija to Cerekang (Sulawesi Selatan) - Perlindungan Kawasan Hutan Adat Cerekang
  2. Yayasan Pelestarian Flora dan Fauna Bangka Belitung (Kep. Bangka Belitung) - Perlindungan satwa liar dan pelestarian keanekaragaman hayati endemik Bangka Belitung

Kategori Pembina Lingkungan:

  1. Komang Astika (Bali) - Pionir biorock di Desa Pemuteran
  2. Miswanto (Kepulauan Riau) - Pembinaan dan pengembangan sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis masyarakat
  3. Shanty Meta Febrinalisa (DKI Jakarta) - Kenalkan virus minim sampah dan koperasi kompos untuk pengelolaan sampah komunal
  • Kalpataru Yuvan 
  1. Marsella Wahyu Muntia (Jawa Tengah) - Restorasi lahan kritis dan pemberdayaan remaja melalui Gerakan WARSA-KELANA serta inovasi pupuk bioorganik
  • Kalpataru Lestari
  1. Bening Saguling Foundation (Jawa Barat) - Penerima Kalpataru 2020 kategori Penyelamat
  2. Agus Bei (Kalimantan Timur) - Penerima Kalpataru 2017 kategori Perintis
  3. Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih (Bali) - Penerima Kalpataru 2017 kategori Penyelamat
  4. Wutmaili Romuty (Maluku) - Penerima Kalpataru 2018 kategori Pengabdi
  5. Kelompok Tani Sadar Sendiri (Papua) - Penerima Kalpataru 2014 kategori Penyelamat

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...