Selamat Jalan, Kapten Indro: Dua Dekade Menjaga Perdamaian di Tesso Nilo

Martha Ruth Thertina
30 Juni 2026, 15:42
Gajah Indro tutup usia pada Senin, 29 Juni 2026. Selama 22 tahun, Indro menjadi bagian dari Flying Squad Tesso Nilo, unit yang bertugas menggiring kawanan gajah liar kembali ke hutan sebelum memasuki kebun dan permukiman warga.
Instagram Taman Nasional Tesso Nilo
Gajah Indro tutup usia pada Senin, 29 Juni 2026. Selama 22 tahun, Indro menjadi bagian dari Flying Squad Tesso Nilo, unit yang bertugas menggiring kawanan gajah liar kembali ke hutan sebelum memasuki kebun dan permukiman warga.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Taman Nasional Tesso Nilo kehilangan salah satu penjaga berpengalamannya. Kapten Indro, gajah yang selama lebih dari dua dekade membantu meredam konflik antara manusia dan satwa liar, tutup usia.

Gajah jantan berusia 45 tahun yang dijuluki Kapten Indro itu meninggal pada Senin dini hari, 29 Juni 2026, setelah menjalani perawatan intensif akibat komplikasi kesehatan pasca-fase musth, periode ketika gajah jantan mengalami lonjakan hormon sehingga menjadi sangat agresif.

"Gajah Indro dinyatakan mati setelah mendapatkan penanganan medis secara intensif oleh tim gabungan BKSDA Riau dan Balai TN Tesso Nilo akibat komplikasi kesehatan yang dipicu oleh penurunan nafsu makan pasca-fase musth (periode puncak hormonal/agresivitas tinggi pada gajah jantan)," demikian keterangan Balai Taman Nasional Tesso Nilo, Selasa, 30 Juni 2026.

Kepergiannya bukan sekadar berkurangnya satu individu gajah konservasi. Selama 22 tahun, Indro menjadi bagian dari Flying Squad Tesso Nilo, unit yang bertugas menggiring kawanan gajah liar kembali ke hutan sebelum memasuki kebun dan permukiman warga.

Di bentang alam Tesso Nilo, tugas itu bukan pekerjaan sepele. Menyusutnya hutan membuat konflik manusia dan gajah terus berulang.

Kronologi Kematian Kapten Indro

Balai Taman Nasional Tesso Nilo menjelaskan kondisi Indro mulai berubah sejak memasuki fase musth pada akhir April 2026. Fase yang ditandai lonjakan hormon pada gajah jantan itu membuat perilakunya semakin agresif. Sejak awal Mei, Indro mulai mengeluarkan cairan dari alat kelamin dan kelenjar di pelipis kepala, dua tanda khas gajah yang sedang mengalami musth.

Memasuki awal Juni, agresivitas Indro meningkat. Ia tak lagi merespons perintah mahout, sulit didekati, dan mulai membahayakan keselamatan petugas. Selama periode itu, tim Flying Squad hanya dapat memberikan pakan dan air dari jarak aman, serta memandikannya menggunakan pompa air untuk menjaga kebersihan dan suhu tubuh.

Karena fase musth berlangsung lebih lama dari biasanya, pada 24 Juni tim medis Balai TN Tesso Nilo bersama Balai Besar KSDA Riau melakukan sedasi atau pembiusan agar dapat memasang rantai pengaman tambahan. Prosedur berjalan lancar dan Indro kembali sadar dalam kondisi berdiri stabil.

Namun sehari setelah pembiusan, kondisinya justru memburuk. Nafsu makan dan minumnya turun drastis sehingga mahout dan dokter hewan melakukan pemantauan selama 24 jam penuh.

Pada 27 Juni, tim medis memberikan suntikan suplemen energi, mengeluarkan feses secara manual, serta memasang infus untuk menjaga kondisi tubuhnya. Upaya perawatan berlanjut keesokan harinya dengan terapi infus yang lebih intensif.

Harapan sempat muncul pada 28 Juni. Indro kembali mau minum, mulai menyentuh makanannya, dan suhu tubuhnya masih normal. Bahkan menjelang tengah malam, ia masih tampak aktif bergerak dan menunjukkan ketertarikan pada pakan.

Namun hanya beberapa jam kemudian, kondisinya berubah drastis. Sekitar pukul 03.30 WIB pada 29 Juni, Indro ditemukan terbaring. Tim dokter hewan dan mahout segera melakukan pemeriksaan pernapasan serta resusitasi jantung paru (CPR), tetapi nyawanya tidak berhasil diselamatkan. Kapten Indro dinyatakan mati pada pukul 03.45 WIB.

Usai kematiannya, Balai Taman Nasional Tesso Nilo langsung melakukan nekropsi atau bedah bangkai. Sampel dari sejumlah organ vital dikirim ke laboratorium untuk memastikan penyebab pasti kematian Indro, sebelum akhirnya bangkainya dimakamkan di sekitar kawasan camp.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...