Pontianak Kembali Jadi Kota dengan Polusi Terburuk, Warga Diimbau Pakai Masker
Kota Pontianak di Kalimantan Barat kembali memimpin daftar wilayah dengan kualitas udara terburuk di Indonesia pada Rabu (29/7) pagi. Dari pantauan situs IQAir pukul 07.32 WIB, kualitas udara Pontianak tergolong sangat tidak sehat dengan poin AQI 214.
Memburuknya kualitas udara di Pontianak beriringan dengan kebakaran hutan dan lahan yang merambah sejumlah titik. Dalam kategori tersebut, semua orang rentan mengalami efek kesehatan.
IQAir menyarankan setiap orang untuk menghindari olahraga di luar ruangan, serta merekomendasikan penggunaan masker polusi di luar ruangan dan hanya keluar rumah jika diperlukan. Sedangkan pada kelompok sensitif, diminta untuk lebih waspada.
"Kelompok yang sensitif seperti anak-anak, orang tua, ibu hamil, dan orang dengan penyakit jantung dari paru harus tetap berada di dalam ruangan dan membatasi aktivitas," demikian dikutip dari laman IQAir pada Rabu (29/7).
Berikut daftar lima kota besar di Indonesia dengan kualitas udara terburuk pagi ini:
- Pontianak, Kalimantan Barat, dengan poin AQI 214 atau dalam kategori sangat tidak sehat,
- Tangerang Selatan, Banten, dengan poin AQI 188 atau dalam kategori tidak sehat,
- Surabaya, Jawa Timur, dengan poin AQI 173 atau dalam kategori tidak sehat,
- Bandung, Jawa Barat, dengan poin AQI 165 atau dalam kategori tidak sehat,
- Medan, Sumatera Utara, dengan poin AQI 157 atau dalam kategori tidak sehat,
- Jakarta, dengan poin AQI 151 atau dalam kategori tidak sehat.
Adapun kualitas udara paling sehat berada di Kabupaten Badung di Bali, dengan poin AQI 57. Semarang di Jawa Tengah kemudian menyusul di peringkat kedua dengan poin AQI 74. Namun, kualitas udara keduanya masih tergolong dalam kategori sedang.
Sementara itu, di lingkup global, kota besar dengan kualitas udara paling sehat bisa mencapai poin AQI 6, yaitu Kota Kathmandu di Nepal. Ada juga Stockholm di Swedia dengan poin AQI 12 dan Sydney di Australia dengan poin AQI 13. Kualitas udara ketiganya tergolong baik.
Kondisi tersebut sangat berbeda dengan sejumlah kota besar lain di dunia, yang memiliki kualitas udara tergolong buruk pagi ini. Medan menempati posisi teratas, berikut daftarnya:
- Medan, Indonesia, dengan poin AQI 157 atau dalam kategori tidak sehat,
- Lahore, Pakistan, dengan poin AQI 157 atau dalam kategori tidak sehat,
- Kinshasa, Republik Demokratik Kongo, dengan poin AQI 153 atau dalam kategori tidak sehat,
- Jakarta, Indonesia, dengan poin AQI 151 atau dalam kategori tidak sehat,
- Dubai, Uni Emirat Arab, dengan poin AQI 147 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
Indeks AQI adalah konsentrasi polutan udara yang menunjukkan kategori kualitas udara. Rumus indeks mempertimbangkan enam polutan utama, yaitu PM2.5, PM10, karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.
Angka AQI keseluruhan pada waktu tertentu ditentukan oleh polutan paling berisiko dengan angka AQI paling tinggi. Indeks AQI berkisar dari 0 sampai 500 dengan pembagian enam kategori.
Kategori baik memiliki rentang skor AQI 0-50, kategori sedang memiliki rentang skor 51-100, dan kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif berada pada rentang skor 101-150.
Sementara itu, kategori tidak sehat dengan rentang skor AQI di angka 151-200, kategori sangat tidak sehat 200-299, dan kategori berbahaya pada rentang 300-500.
Kualitas udara dalam kategori sangat tidak sehat dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. Sementara itu, kualitas udara kategori berbahaya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi manusia.
