Peta Kekeringan: Jumlah Bencana Melonjak 90%, Pulau Jawa Paling Terdampak
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lonjakan bencana kekeringan tahun ini. Sepanjang Januari hingga awal Agustus ini, tercatat 69 bencana kekeringan, naik lebih dari 90 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Bencana kekeringan paling banyak tercatat di Pulau Jawa.
Total 58 kabupaten mengalami bencana kekeringan, sebanyak 43 di antaranya adalah kabupaten di Pulau Jawa. Kabupaten Bogor, Jawa Barat menjadi wilayah terdampak paling masif, dengan lebih dari 80 ribu warga terdampak. Selanjutnya Bekasi, Jawa Barat, dengan hampir 50 ribu warga terdampak.
Kekeringan di Pemalang, Jawa Tengah dan Makassar Sulawesi Selatan juga berdampak masif. Total sekitar 40 ribu warga mengalami kekeringan di masing-masing kabupaten/kota tersebut.
Pemerintah menyatakan akan memaksimalkan sumur-sumur bor untuk menyediakan pasokan air bersih bagi warga terdampak. BNPB mengelola lebih dari 130 sumur bor dalam. Sedangkan Kementerian Pekerjaan Umum mengungkapkan akan mengoptimalkan lebih dari 10 ribu sumur bor kelolaannya, selain terus menyelesaikan infrastruktur air.
"Kementerian PU terus berkomitmen membangun dan menyelesaikan infrastruktur pengelolaan air seperti bendungan, bendung, embung, hingga waduk di berbagai daerah. Kehadiran infrastruktur ini sangat penting untuk mendukung ketersediaan air irigasi pertanian, menjaga produktivitas lahan, serta memastikan pasokan pangan tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan musim kemarau atau perubahan iklim," kata Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, dalam keterangan tertulis, akhir Juli lalu.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena iklim El-Nino kemungkinan bertahan hingga kuartal 1 2027 dan berpotensi membuat kemarau yang lebih kering dan panjang tahun ini. Puncak kemarau diperkirakan pada Juli-September.
Dalam peta peringatan dini kekeringan yang dirilis awal Agustus ini, BMKG memberikan status awas atas hampir 50 kabupaten/kota. Selain Jawa, status awas disematkan untuk banyak kabupaten/kota di Nusa Tenggara.


