Microsoft Pangkas 80% Pembelian Kredit Karbon, Ada Apa?
Raksasa teknologi Microsoft memangkas drastis pembelian kredit karbon pada tahun ini. Perusahaan hanya membeli 8,55 juta ton kredit karbon hingga pertengahan Juli 2026. Menurut perhitungan BloombergNEF, jumlah tersebut turun 80 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.
Merujuk pada laporan ESG News, penurunan ini merupakan yang pertama kalinya sejak 2023 dan terjadi seiring perubahan prioritas belanja perusahaan untuk kecerdasan buatan (AI).
Microsoft memasuki pasar karbon pada 2020 di tengah masih terbatasnya pasokan kredit karbon. Sejak itu, Microsoft menjadi korporasi pembeli kredit karbon terbesar.
Dalam tanggapan melalui surat elektronik kepada Bloomberg News, Microsoft mengatakan pembelian kredit karbon hanya merupakan salah satu bagian dari strategi dekarbonisasi perusahaan yang lebih luas. "Setiap penyesuaian yang kami lakukan merupakan bagian dari pendekatan yang disiplin, bukan perubahan ambisi," kata juru bicara Microsoft.
Penurunan pembelian oleh Microsoft berdampak luas terhadap pasar karbon. Pasalnya, perusahaan ini masih menjadi peserta terbesar dalam pasar karbon sukarela. Sejak 2020, Microsoft telah membeli 41 persen dari kredit karbon di seluruh dunia. Pada 2026, pembelian oleh perusahaan mencapai lebih dari separuh pembelian global.
Penjualan kredit karbon secara global dilaporkan hanya mencapai 18 juta ton hingga pertengahan Juli, atau 66 persen lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Analis BloombergNEF Layla Khanfar mengatakan bahwa selama ini aktivitas Microsoft menjadi sinyal penting bagi perusahaan lain bahwa penghilangan karbon layak menjadi investasi. "Jika Microsoft mengurangi pembeliannya, hal itu juga mengirimkan pesan dan dapat membuat perusahaan lain enggan mengambil peran tersebut," kata dia.
Ekspansi AI Menekan Target Iklim
Laporan keberlanjutan terbaru menunjukkan jejak karbon Microsoft meningkat 25 persen pada tahun lalu. Meningkatnya kebutuhan energi untuk AI menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan tersebut. Kondisi ini meningkatkan ketegangan antara ekspansi cepat infrastruktur AI dan komitmen perusahaan untuk memangkas emisi.
Para ilmuwan iklim telah berulang kali memperingatkan bahwa pemangkasan emisi secara signifikan perlu diiringi dengan penghilangan karbon dioksida dalam skala besar. Pada pertengahan abad ini, miliaran ton karbon dioksida kemungkinan perlu dihilangkan dari atmosfer setiap tahun.
Teknologi seperti direct air capture masih mahal untuk diterapkan dalam skala besar. Karena itu, pembeli korporasi berperan penting dalam menyediakan pembiayaan dengan memberikan kepastian pendapatan bagi pengembang proyek selama teknologi tersebut masih dalam tahap pengembangan.
