Modifikasi Cuaca dan Sumur Bor, 12 Ribu Personel Tangani Kebakaran di Kalimantan

Ajeng Dwita Ayuningtyas
21 Agustus 2026, 14:44
kebakaran
Kementerian Kehutanan/BNPB
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih melanda sejumlah wilayah di Kalimantan. Pada Kamis (20/8), terdeteksi 627 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi, paling banyak berada di Kalimantan Barat. Pemerintah pun menyiapkan operasi modifikasi cuaca dan membangun sumur bor untuk mendukung pemadaman. 

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, menjelaskan rencana operasi modifikasi cuaca (OMC) akan dilakukan di Kalimantan Barat pada 23-27 Agustus mendatang. 

Dalam periode tersebut, kondisi cuaca Kalimantan Barat diprediksi mendukung peningkatan peluang hujan melalui penyemaian awan. 

“BMKG saat ini tengah berkoordinasi dengan para pihak terkait untuk mengupayakan pelaksanaan kembali OMC di Kalimantan Barat pada periode tersebut,” kata Ristianto, dikutip dari keterangan resmi pada Jumat (21/8).

Sebelumnya, OMC telah dilakukan pada 13-17 Agustus melalui Posko Pontianak. Dalam periode tersebut, dilakukan 9 sorti penerbangan dengan estimasi volume curah hujan di wilayah penyemaian mencapai 10,92 juta meter kubik. 

Akan tetapi, upaya serupa tampaknya cukup sulit dilakukan di Kalimantan Tengah, setidaknya hingga akhir Agustus mendatang. 

“Kondisi cuaca di Kalimantan Tengah diperkirakan masih didominasi kondisi kering dengan pertumbuhan awan hujan yang terbatas,” ujar Ristianto. Ketika hanya ada sedikit awan hujan, maka upaya penyemaian sulit dilakukan. 

Adapun sebelumnya, OMC telah dilakukan di Kalimantan Tengah, pada 27 Juli-4 Agustus dan 11-15 Agustus. Operasi tersebut mencakup 13 sorti penerbangan, dengan estimasi curah hujan di wilayah penyemaian mencapai sekitar 4,8 juta meter kubik.

Sementara di Kalimantan Selatan, OMC akan dilakukan dengan mempertimbangkan ketersediaan awan hujan dan kebutuhan penanganan di lapangan. 

Sumur Bor

Ristianto menjelaskan, OMC bukan satu-satunya cara untuk mengendalikan karhutla. Dengan total 12.880 personel gabungan untuk tiga provinsi tersebut, pemadaman melalui jalur darat dan udara, patroli terpadu, pendinginan lokasi, penguatan personel dan sarana prasarana, serta pencegahan perluasan kebakaran juga terus dilakukan. 

Tim pemadaman telah membangun dan mengaktifkan sumur bor di sejumlah wilayah prioritas seiring mengeringnya sumber air permukaan akibat cuaca panas.

Pembuatan sumur bor dilakukan untuk memperpendek jarak pengambilan air, mempercepat pengisian peralatan pemadaman, dan menjaga fase pembasahan dan pendinginan. 

Ketersediaan air ini sangat krusial, terutama untuk pemadaman di lahan gambut. Sebab, bara api bisa saja tertahan di bawah permukaan dan berisiko kembali menyala ketika pembasahan dan pendinginan tidak dilakukan secara menyeluruh.

Selain operasi di jalur darat, pemerintah juga mengoptimalkan pemadaman melalui jalur udara, dengan menambah armada. Helikopter patroli, pesawat patroli fixed wing, dan helikopter water bombing telah disiapkan di Kalimantan Tengah. 

Jalur udara ini khususnya dilakukan untuk memadamkan api yang sulit dijangkau melalui jalur darat. 

“Namun, pengerahan armada tetap harus mempertimbangkan jarak pandang, kondisi asap, cuaca, serta standar keselamatan penerbangan,” ujar Ristianto. 

Asap di sekitar Jabiren dan Tanjung Taruna hingga kawasan Taman Nasional Sebangau misalnya, terlalu pekat hingga membatasi pandangan pilot terhadap sasaran pemadaman dan jalur penerbangan. 

Meskipun operasi terkendala berbagai hal di lapangan, kata Ristianto, upaya pemadaman tidak berhenti. “Strategi operasi terus disesuaikan berdasarkan kondisi aktual di lapangan,” ujarnya.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...