Titik Api Baru Bermunculan di Way Kambas, Aparat Dalami Dugaan Kesengajaan

Ajeng Dwita Ayuningtyas
28 Agustus 2026, 16:53
Kebakaran yang terjadi pada dua pekan terakhir Agustus telah menghanguskan ratusan hektare lahan di kawasan konservasi gajar terbesar di Indonesia, Taman Nasional Way Kambas.
Akun X @lampunggehh
Kebakaran yang terjadi pada dua pekan terakhir Agustus telah menghanguskan ratusan hektare lahan di kawasan konservasi gajar terbesar di Indonesia, Taman Nasional Way Kambas.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kebakaran belum berakhir di kawasan konservasi gajah sumatra terbesar di Indonesia, Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Setelah kebakaran yang terjadi akhir pekan lalu padam, titik-titik api baru bermunculan.

Melansir unggahan Instagram resmi Balai TNWK, api terdeteksi di Resor Susukan Baru, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) I Way Kanan pada Kamis (27/8) dan masih menyala hingga siang ini.

“Semua bergerak kembali memadamkan api. Tim masih berjuang hingga saat berita ini tayang,” demikian dikutip dari unggahan Instagram @btn_waykambas, pada Jumat (28/8). 

Sejauh ini, ratusan hektare lahan hangus terbakar di kawasan TNWK. Mengutip keterangan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, kebakaran yang melanda area TNWK di Desa Braja Harjosari pada 21-22 Agustus lalu menghanguskan sekitar 673 hektare lahan.

Sedangkan kebakaran pada 23-24 Agustus menghanguskan sekitar 123 hektare wilayah Braja Kencana dan Braja Luhur damn 6,4 hektare di Rantau Jaya. 

Aparat Dalami Dugaan Kesengajaan di Balik Kebakaran

Sebelumnya, Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan Ristianto Pribadi mengatakan, proses pemeriksaan di lapangan masih berlangsung untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.

“Dugaan unsur kesengajaan masih merupakan informasi awal dan sedang didalami bersama aparat penegak hukum,” ujar dia, Rabu (26/8). “Apabila ditemukan bukti pelanggaran, tentu akan ditindak tegas sesuai ketentuan hukum,” ucap dia, melanjutkan. 

Ketika itu, Ristianto menginformasikan bahwa berdasarkan pemantauan sementara, tak satwa konservasi yang menjadi korban. Tapi, “Petugas tetap melakukan pemantauan terhadap pergerakan dan kondisi satwa di sekitar lokasi sebagai bagian upaya perlindungan kawasan,” ujarnya.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...