Jepang Tarik Pasukan dari Kalbar, Akhiri Misi Pemadaman Karhutla

Ajeng Dwita Ayuningtyas
1 Oktober 2026, 11:29
Beberapa personel Japan Disaster Relief (JDR) berjalan dari helikopter CH-47 Chinook di atas kapal Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) JS Kunisaki di Pelabuhan Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Rabu (30/9/2026). Pemerintah Jepang resmi m
ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/YU
Beberapa personel Japan Disaster Relief (JDR) berjalan dari helikopter CH-47 Chinook di atas kapal Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) JS Kunisaki di Pelabuhan Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Rabu (30/9/2026). Pemerintah Jepang resmi mengakhiri misi kemanusiaan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat 16-29 September 2026.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kementerian Pertahanan Jepang mengakhiri misi bantuan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat pada Selasa (29/9). Pasukan Bela Diri Jepang selanjutnya ditarik dan kembali ke Jepang setelah operasi pemadaman selesai.

Melalui siaran resminya, Kementerian Pertahanan Jepang menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia telah menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan tersebut. Penanganan karhutla selanjutnya akan dilakukan secara mandiri oleh pemerintah Indonesia.

“Sehubungan dengan hal tersebut, hari ini Kementerian Pertahanan mengeluarkan perintah untuk mengakhiri kegiatan bantuan bencana internasional di Republik Indonesia,” tulis Kementerian Pertahanan Jepang pada Selasa (29/9).

Misi bantuan bencana internasional tersebut dimulai setelah Kementerian Pertahanan Jepang berkonsultasi dengan Kementerian Luar Negeri Jepang. Pasukan Bela Diri Jepang bersama tiga helikopter CH-47 Chinook dikirim ke Kalimantan Barat dan mulai melakukan operasi pemadaman karhutla.

 

Melansir Antara, kapal pengangkut helikopter dan personel Pasukan Bela Diri Jepang diberangkatkan dari Pelabuhan Kure, Prefektur Hiroshima, pada 30 Agustus 2026 dan tiba di Pelabuhan Kijing, Kalimantan Barat, pada 10 September 2026. Sedangkan operasi pemadaman dimulai pada 16 September 2026.

Selama operasi sejak pertengahan September, tiga helikopter CH-47 Chinook melakukan 40 penerbangan untuk memadamkan titik api prioritas di Kalimantan Barat. Armada tersebut menumpahkan lebih dari 220 ton air, antara lain di wilayah Ketapang dan Pontianak.

“Pemerintah Indonesia memberitahu Jepang bahwa operasi pemadaman kebakaran yang dilakukan oleh Pasukan Bela Diri Jepang telah berkontribusi mencegah penyebaran kebakaran hutan,” tulis Kementerian Pertahanan Jepang.

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin melepas Pasukan Bela Diri Jepang di Kalimantan Barat pada Rabu, 30 September. Pasukan tersebut dijadwalkan sampai di Jepang beberapa hari ke depan.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...