Apa itu E-IPO? Investor Bisa Beli Saham dengan Harga Awal Secara Online

Anggi Mardiana
10 Agustus 2025, 13:35
Apa itu E-IPO?
Stockbit Snips
Apa itu E-IPO?
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Apa itu E-IPO merupakan singkatan dari Electronic Indonesia Public Offering untuk menyajikan informasi mengenai Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) dari perusahaan secara online

Dalam beberapa waktu terakhir, penawaran umum perdana saham (IPO) telah menjadi topik yang ramai diperbincangkan di kalangan pelaku pasar modal. IPO merupakan peluang bagi investor untuk keuntungan di bulan pasar modal 2025 dan mengeksplorasi potensi pasar.

Apa itu IPO?

Apa itu IPO?
Apa itu IPO? (Ajaib)

Initial Public Offering (IPO) saham adalah proses ketika perusahaan sebelumnya bersifat privat, mulai menawarkan dan menjual sahamnya kepada masyarakat luas. Perusahaan yang melakukan IPO berubah menjadi perusahaan terbuka (Tbk), dari Perseroan Terbatas (PT) tertutup.

Dalam proses IPO, perusahaan mendaftarkan diri ke Bursa Efek Indonesia (BEI) dan mengajukan permohonan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kedua lembaga ini, akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap dokumen penawaran, kondisi keuangan dan aktivitas bisnis perusahaan, untuk memastikan semua informasi yang disampaikan akurat dan transparan sebelum saham ditawarkan kepada publik.

IPO memberi peluang bagi investor untuk membeli saham dengan harga awal sebelum diperdagangkan di pasar sekunder, yang sering kali menjadi harga terendah dan berpotensi mengalami kenaikan signifikan. Pada hari pertama perdagangan, kenaikan harga bisa dua kali Auto Reject Atas (ARA).

Apa itu e-IPO?

Pada tahun 2022, BEI memperkenalkan Electronic Indonesia Public Offering (e-IPO), sebuah platform berbasis web yang memungkinkan investor melakukan pembelian saham IPO secara daring. Melalui e-IPO, investor bisa lebih mudah berpartisipasi dalam penawaran perdana saham.

Apa itu E-IPO (Electronic Indonesia Public Offering) adalah platform digital yang dirancang untuk mendukung proses penawaran saham perdana kepada publik. Sebelum saham suatu perusahaan resmi tercatat dan dapat diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahaan tersebut akan melewati proses Initial Public Offering (IPO) atau Penawaran Umum Perdana.

Dengan kehadiran sistem e-IPO, proses penawaran umum diharapkan memberikan berbagai manfaat, seperti:

  • Memperluas dan mempermudah akses investor ritel untuk ikut serta dalam pasar perdana, yang sebelumnya cukup terbatas.
  • Mendorong partisipasi lebih luas dari Perusahaan Efek sebagai Agen Penjual (Selling Agent), sehingga proses penawaran umum menjadi lebih inklusif dan terbuka bagi lebih banyak investor.
  • Meningkatkan peluang bagi investor ritel mendapat alokasi saham pada saat penjatahan;

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Ikut IPO Saham

Beberapa hal berikut bisa menjadi pertimbangan investor, sekaligus wawasan awal sebelum memutuskan berpartisipasi dalam IPO saham:

1. Kenali Profil Perusahaan

Sebelum membeli saham dari perusahaan yang akan IPO, penting memahami rekam jejak dan latar belakang bisnisnya. Dari informasi ini, Anda bisa menilai potensi pertumbuhan perusahaan ke depannya. Biasanya, perusahaan akan merilis prospektus sebelum IPO, yang memuat detail seperti sejarah usaha, bidang kegiatan, dan prospek bisnis di masa depan.

2. Pahami Tujuan IPO

Alasan perusahaan melakukan IPO juga perlu diperhatikan. Apabila dana hasil IPO digunakan untuk ekspansi bisnis, itu bisa menjadi sinyal positif karena menunjukkan rencana pertumbuhan. Namun, jika tujuan utama IPO untuk melunasi utang, Anda perlu mempertimbangkannya lebih hati-hati karena risiko yang menyertainya lebih tinggi.

3. Perhatikan Jadwal dan Tahapan Penawaran

Untuk bisa ikut dalam IPO, investor harus mengikuti jadwal dan tahapan proses penawaran. Pada tahap awal, investor akan menerima informasi seperti prospektus awal, rentang harga (book building range), dan jadwal penawaran. Masa penawaran awal biasanya berlangsung 7–21 hari.

Sementara itu, offering atau masa penawaran umum berlangsung sekitar 5 hari kerja setelah book building. Investor harus menyediakan dana di Rekening Dana Nasabah (RDN) sesuai jumlah pesanan. Apabila harga saham final lebih rendah dari harga pemesanan saat book building, maka pesanan akan dibatalkan. Sebaliknya, jika harga lebih tinggi, pesanan tetap berlanjut dengan harga yang telah ditentukan.

4. Evaluasi Keuangan Pribadi dan Profil Risiko

Sebelum memulai investasi, pastikan evaluasi kondisi keuangan dan profil risiko, karena IPO memiliki risiko cukup tinggi. Apabila Anda memiliki profil risiko konservatif atau moderat, mungkin lebih baik memilih instrumen investasi lain yang lebih stabil.

5. Proses Pemesanan IPO

Setelah yakin ingin ikut serta, Anda perlu melakukan pemesanan saham IPO. Langkah awalnya yaitu membuat akun di platform e-IPO melalui situs resmi e-ipo.co.id, lalu menambahkan broker pilihan sebagai mitra. Setelah akun aktif, Anda bisa mulai melakukan pemesanan saat penawaran berlangsung.

Apa itu E-IPO adalah sistem elektronik berbasis web yang disediakan oleh Bursa Efek Indonesia untuk mempermudah proses penawaran umum perdana saham (IPO) secara transparan dan efisien. Melalui platform ini, investor khususnya investor ritel dapat mengakses informasi penting seputar IPO, melakukan pemesanan saham secara online, dan mengikuti proses penawaran dengan lebih mudah. 


Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...