Jaya Ancol Bangun Masjid Apung Pertama di Jakarta Senilai Rp 50 Miliar

Pembangunan masjid terapung ditargetkan rampung pada Desember 2020.
Agatha Olivia Victoria
Oleh Agatha Olivia Victoria
9 November 2019, 20:27
Ilustrasi, kegiatan di masjid. PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk membangun Masjid Terapung di Taman Impian Jaya Ancol,Jakarta. Masjid tersebut akan menjadi ikon baru Kota Jakarta.
ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang
Ilustrasi, kegiatan di masjid. PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk membangun Masjid Terapung di Taman Impian Jaya Ancol,Jakarta. Masjid tersebut akan menjadi ikon baru Kota Jakarta.

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk akan membangun Masjid Apung pertama yang menjadi ikon baru Kota Jakarta. Masjid tersebut berlokasi di Taman Impian Jaya Ancol.

Direktur Utama Jaya Ancol Teuku Syahrir Sahali mengatakan pendanaan pembangunan ikon baru Jakarta tersebut akan berasal dari kas internal. "Nilainya kurang lebih Rp 50 Miliar," kata Syahrir saat ditemui di Pantai Ria Ancol, Jakarta, Sabtu (9/11).

Syahrir mengatakan Masjid Apung tersebut ditargetkan rampung pada Desember 2020. Pembangunan Masjid Apung dimulai pada hari ini dengan penancapan pancang pertama.

Sebagai ikon baru Kota Jakarta, masjid ini dirancang menjadi pusat sejarah penyebaran agama Islam. Apalagi agama Islam yang masuk ke wilayah Jakarta berawal dari Pantai Utara Jakarta.

Desain Masjid Apung nantinya berdasarkan inspirasi unsur dari sebuah kapal. "Jadi desainnya kalau dilihat dari atas seperti bulan dan bintang," ujarnya.

(Baca: Pidato di Kongres Nasdem, Anies Bahas Persatuan di DKI dan Ketimpangan)

Selain itu, akan terdapat enam tiang yang mengelilingi masjid. Keenam tiang itu mencerminkan enam rukum iman umat Islam. Di atas tiang akan dipasang lampu agar dari atas terlihat seperti enam berlian di atas laut.

Pada masjid tersebut juga nantinya akan ada kubah yang berbentuk segi lima. Bentuk kubah menggambarkan sholat lima waktu.

Sedangkan untuk ketinggian Masjid Apung akan memiliki tinggi 25 meter. Ketinggian tersebut melambangkan 25 Nabi yang dikisahkan dalam Al-Qur'an.

Untuk siklus pembuangannya,  Syahrir menegaskan tidak akan ada sampah yang dibuang ke laut. "Nanti kita recycle, pakai teknologi," ucap dia.

Di masjid tersebut juga tak akan ada pendingin ruangan. Semua jendela, sambung ia, akan terbuka lebar agar jamaah bisa merasakan angin dari luar. Selain itu, kran air yang ada di masjid tersebut pun akan menggunakan sistem sensor dalam rangka menghemat air.

(Baca: Ada Kriteria Khusus, Partai NasDem Bantah Dukung Anies di Pilpres 2024)

Reporter: Agatha Olivia Victoria

Video Pilihan

Artikel Terkait