Ketua DPR Siap Berdialog dengan Mahasiswa Hari Ini

Bambang ingin mendengar tuntutan mahasiswa yang berdemonstrasi pada hari ini. Dia pun mengajak mahasiswa berdialog di area demonstrasi atau gedung DPR.
Dimas Jarot Bayu
Oleh Dimas Jarot Bayu
30 September 2019, 15:10
DPR, Bambang Soesatyo
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Bambang Soesatyo selaku ketua DPR RI. Bambang mengajak masiswa untuk berdialog.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo menyatakan siap menemui mahasiswa yang berdemonstrasi di depan gedung DPR, Jakarta, Senin (30/9). Bahkan, dia bakal meluangkan waktu seharian penuh untuk bisa bertemu dengan mahasiswa.

Dia pun mengaku siap menemui mahasiswa di area demostrasi untuk berdialog. “Kami siap 24 jam jika adik-adik mahasiswa ingin bertemu. Mumpung saya masih ketua DPR sampai Selasa (31/9) pukul 00.00 WIB ini,” kata Bambang di gedung DPR, Jakarta.

Meski demikian, Bambang menyarankan pertemuan dilaksanakan dalam gedung DPR. Menurutnya, hal tersebut agar pihak DPR dan mahasiswa dapat saling mendengarkan dengan baik.

Jika dialog dilakukan di area demonstrasi, Bambang khawatir terjadi mispersepsi di antara kedua belah pihak. “Takutnya tidak saling dengar, malah saling salah memahami. Jadi sebaiknya kami membuka ruang untuk berdialog apa yang diharapkan,” ucap Bambang.

(Baca: Ajukan Uji Materi ke MK, Mahasiswa Ingin Presiden Terbitkan Perppu KPK)

Mahasiswa kembali turun ke jalan untuk melakukan demonstrasi di depan gedung DPR, Jakarta pada Senin (30/9). Demonstrasi itu merupakan rangkaian dari aksi-aksi yang telah dilakukan sebelumnya dalam menolak revisi aturan kontroversial.

Selain penolakan revisi aturan kontroversial, mereka juga mendesak pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual dan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga. Kemudian, mereka menuntut pembatalan pimpinan KPK bermasalah.

Para mahasiswa juga menolak penempatan TNI dan Polri di jabatan sipil. Mereka pun mendesak penghentian militerisme di Papua dan daerah lainnya. Ada juga tuntutan untuk membebaskan tahanan politik Papua.

Mereka juga menuntut penghentian kriminalisasi terhadap aktivis. Kemudian, penghentian pembakaran hutan di Kalimantan dan Sumatera yang dilakukan oleh korporasi.

Ada juga tuntutan untuk memidanakan dan mencabut izin korporasi pembakar hutan. Terakhir, para mahasiswa meminta adanya penuntasan pelanggaran HAM serta mengadili penjahat HAM, termasuk yang ada di lingkaran kekuasaan.

(Baca: 5 RUU Mulai dari Revisi KUHP hingga Minerba Dibahas DPR Mendatang)

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Video Pilihan

Artikel Terkait