FB,Twitter,dan Youtube Hapus Video Dokter Sembuhkan 350 Pasien Corona

Melalui akun Twitter, Presiden AS Donald Trump membagikan video dokter yang mengklaim sembuhkan 350 pasien corona.
Image title
Oleh Fahmi Ahmad Burhan
29 Juli 2020, 11:41
facebook, twitter, youtube, covid-19, virus corona, medsos
Katadata/ Febrina Ratna Iskana
Tangkapan layar video konferensi pers sekelompok dokter di Amerika Serikat yang mengklaim menyembuhkan 350 pasien Covid-19. Video tersebut dihapus dari Facebook, Twitter, dan Youtube.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Facebook, Twitter, dan YouTube kompak menghapus video viral sekelompok dokter yang mengklaim mampu menyembuhkan pasien Covid-19. Video tersebut sempat dibagikan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui  Twitter.

Video yang beredar di media sosial pada Senin (27/7) itu menunjukan sekelompok dokter yang mengenakan jas lab putih menggelar konferensi pers di depan gedung Mahkamah Agung AS. Mereka menamai kelompoknya sebagai dokter garis depan AS atau America’s Frontline Doctors.

Salah satu pembicara dalam konferensi pers itu, Stella Immanuel, mengaku dirinya telah merawat 350 pasien Covid-19. Ia mengklaim obat yang digunakannya manjur menyembuhkan pasien tersebut.

"Virus ini (Covid-19) memiliki obat, itu disebut hidroklorokuin, zinc, dan zithromax," kata Immanuel dikutip dari CNN Internasional pada Selasa (28/7).

Padahal, klaim itu bertentangan dengan penelitian-penelitian tentang hidroklorokuin. Berdasarkan hasil uji coba oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hidroklorokuin tidak benar-benar mengurangi tingkat kematian pasien Covid-19 di rumah sakit.

Meski begitu, video sekelompok dokter itu dengan cepat menjadi viral. Hingga Senin (27/7), video itu telah ditonton oleh lebih dari 14 juta pengguna Facebook dan dibagikan hampir 600 ribu kali. 

Facebook kemudian menghapus video tersebut karena dianggap mempromosikan informasi yang salah. Facebook mengintegrasikan informasi dokter itu dengan fakta berdasarkan pernyataan WHO.

"Kami telah menghapus video karena membagikan informasi palsu tentang penyembuhan dan perawatan Covid-19," kata juru bicara Facebook dikutip dari CNN Internasional.

Twitter juga menghapus video tersebut sekaligus memperingatkan tentang potensi risiko penggunaan hidroklorokuin. "Tweet dengan video tersebut merupakan pelanggaran terhadap kebijakan informasi yang salah," kata juru bicara Twitter, dikutip dari The Washington Post.

Video yang sempat dibagikan Trump dalam akun Twitter-nya pun hilang pada Selasa (28/7). Twitter juga mengambil tindakan penghapusan pada versi video yang dibagikan oleh anak Trump, Donald Trump Jr, dan media sayap kanan di AS Breitbart News.

Video itu juga dihapus oleh YouTube setelah ditonton lebih dari 40 ribu kali. Pengguna yang mencoba mengakses video itu diberikan pesan dari YouTube yang mengatakan bahwa video itu telah dihapus karena melanggar pedoman komunitas perusahaan.

Menurut data dari Texas Medical Board, dokter yang mengklaim penyembuhan dengan hidroklorokuin, Immanuel, memang telah menerima gelar tenaga medisnya dari sebuah universitas di Nigeria pada 1990. Ia kemudian menjalankan praktik kedokteran di sebuah klinik di Houston, AS.

 

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait