Kementerian ESDM Bakal Teken Kontrak West Ganal Pekan Ini

Kementerian ESDM menyebut Neptune Energy telah menyerahkan kewajiban performance bond. Sehingga kontrak Blok West Ganal bisa diteken pekan ini.
Image title
Oleh Verda Nano Setiawan
16 Oktober 2019, 15:15
Kementerian ESDM
Arief Kamaludin (Katadata)
Ilustrasi, logo Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Kementerian ESDM berencana menandatangani kontrak Blok West Ganal pada Jumat (16/10).

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan penandatanganan kontrak bagi hasil (PSC) gross split untuk blok West Ganal bisa dilaksanakan pada pekan ini. Pasalnya, seluruh anggota konsorsium pemenang lelang blok tersebut telah memenuhi seluruh kewajiban. 

Pelaksana Tugas Dirjen Migas Djoko Siswanto menjelaskan kewajiban bank garansi atau performance bond telah diserahkan oleh seluruh anggota konsorsium, termasuk Neptune Energy. “Rencana Jumat (teken), performance bond sudah diserahkan hari ini,” kata Djoko kepada Katadata.co.id, Rabu (16/10).

Sebelumnya, Neptune Energy telat menyerahkan kewajiban tersebut sehingga penandatangan kontrak mundur dari jadwal pada Senin (14/10).  Padahal anggota konsorsium lainnya yaitu Pertamina dan Eni telah menyerahkan bank garansi terlebih dahulu. 

(Baca: Terlambat Beri Jaminan, Kontrak Migas Blok West Ganal Gagal Diteken)

 

Kementerian ESDM pun telah mengumumkan konsorsium Pertamina, Eni, dan Neptune Energy sebagai pemenang lelang blok West Ganal di lepas pantai Kalimantan Timur sejak 26 Agustus 2019 lalu. Pemenang lelang wajib menyerahkan bank garansi sebesar 10% dari nilai investasi komitmen pasti selama lima tahun pertama sebesar US$ 159,3 juta.

Selain itu, pemenang lelang blok migas juga wajib membayar bonus tanda tangan untuk Blok West Ganal sebesar US$ 30,1 juta. Kemudian, pemenang lelang wajib melaksanakan program dalam komitmen kerja pasti yang terdiri dari studi geologi dan geofisik, pengeboran empat sumur eksplorasi, seismik 3D 600 km, dan seismik 2D 600 km persegi.

Sejauh ini, Pertamina memproyeksi Blok West Ganal memiliki kandungan gas lebih dari 600 billion standard cubic feet (BSCF). Dengan komitmen kerja pasti, pemerintah berharap blok tersebut bisa segera diproduksi dan mendapatkan cadangan migas baru. 

(Baca: Baru Tiga Blok Migas Laku Dilelang, Investasi Migas Dinilai Masih Lesu)

Pasalnya, jumlah blok migas yang bisa berproduksi terus menurun. Jumlah blok migas Indonesia pada 2017 tercatat hanya mencapai 255 blok. Jumlah blok migas tersebut merupakan yang terendah dalam tujuh tahun terakhir yang sejak 2013 terus mengalami penurunan. Berdasarkan lokasinya, WK migas terdiri dari 134 blok onshore, 83 blok offshore, dan 34 blok onshore/offshore.

Rincian jumlah WK migas pada dua tahun lalu terdiri dari 87 blok dalam tahap eksploitasi, 119 blok tahap eksplorasi konvensional, dan 49 blok eksplorasi nonkonvensional. Untuk WK migas tahap eksploitasi terdiri dari 73 blok produksi dan 14 blok dalam tahap development, adapun untuk WK eksplorasi terdiri dari 88 blok aktif dan 31 blok dalam proses terminasi. Sementara WK nonkonvensional terdiri dari 43 blok aktif dan 6 blok dalam proses terminasi.

Berikut data jumlah blok migas di Indonesia dalam Databoks berikut ini :

 

Reporter: Verda Nano Setiawan

Video Pilihan

Artikel Terkait