Sonoro Berharap Bisa Teken Kontrak Blok Selat Panjang Dua Pekan Lagi

Kontrak Blok Selat Panjang belum ditandatangani. Padahal konsorsium Sonoro telah ditunjuk pemerintah sebagai pemenang blok tersebut sejak Mei lalu.
Image title
Oleh Febrina Ratna Iskana
30 September 2019, 13:38
Sonoro energy, Blok Selat Panjang
Katadata
Ilustrasi, blok migas. Sonoro Energy berharap dapat segera menandatangani kontrak Blok Selat Panjang.

Sonoro Energy Ltd menanti penandatanganan kontrak bagi hasil (PSC) Blok Selat Panjang dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).  Sonoro mengklaim mendapatkan pemberitahuan dari Direktur Jenderal Migas bahwa eksekusi final kontrak akan segera dilaksanakan dan dijadwalkan dalam dua minggu ke depan, tergantung waktu dari pihak Kementerian ESDM.

Sonoro bersama mitra di Indonesia, PT Menara Global Energi, telah menyelesaikan berbagai aspek dalam perjanjian PSC dengan Direktorat Jenderal Migas demi bisa menandatangani kontrak blok tersebut. "Saat ini telah mencapai semua syarat yang telah disepakati dan telah meminta penandatanganan kontrak kepada pemerintah,"  tulis Sonoro seperti dikutip dalam keterangan tertulis pada Senin (30/9). 

Sonoro yakin potensi dari blok Selat Panjang dapat diproduksi sehingga bisa membawa keuntungan bagi Indonesia. Jika kontrak segera ditandatangani, konsorsium Sonoro berencana untuk segera membuktikan potensi cadangan migas di blok tersebut. Kemudian, mempersiapkan rencana pengembangan Blok Selat Panjang. 

(Baca: Baru Tiga Blok Migas Laku Dilelang, Investasi Migas Dinilai Masih Lesu)

Sayangnya,  Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Migas Djoko Siswanto tidak menjawab terkait  penandatangnan PSC Blok Selat Panjang ketika dihubungi Katadata.co.id pada Senin (30/9). Sebelumnya, Djoko memang sempat mengatakan penandatanganan kontrak Blok Selat Panjang tertunda karena masalah administrasi.

Wakil Menteri ESDM telah mengumumkan konsorsium Sonoro menjadi pemenang Blok Selat Panjang sejak Mei 2019 lalu. Sebagai pemenang lelang, Sonoro wajib membayar bonus tanda tangan sebesar US$ 5 juta.

Sonoro juga wajib mengerjakan Komitmen Kerja Pasti (KKP) selama lima tahun senilai US$ 74 juta. Kegiatan dalam KKP yang wajib dilakukan Sonoro adalah kegiatan G&G, seismik 2D 500 kilometer, seismik 3D seluas 200 kilometer persegi, dan pengeboran enam sumur.

Dalam proposal penawaran yang diajukan ke pemerintah, Sonoro disebut akan memiliki hak partisipasi sebesar 25% dengan opsi tambahan hak partisipasi sebesar 24 % di blok migas yang berada di daratan Riau tersebut. Blok ini terakhir kali berproduksi pada 21 Februari 2018 sebesar 1 barel minyak per hari (BOPD).

Petroselat Ltd sempat mengelola Blok Selat Panjang, namun dinyatakan pailit pada 5 Juli 2017. Biarpun sudah dinyatakan pailit, Petroselat masih harus membayarkan tagihan kepada para vendor sebesar Rp 117,65 miliar.

(Baca: Hampir Setahun Dilelang, WK Migas West Kampar Tak Diminati Investor)

Video Pilihan

Artikel Terkait