Pertamina Berupaya Padamkan Karhutla yang Ancam Produksi Blok Kampar

Fasilitas produksi Blok Kampar masih berjalan normal.
Image title
Oleh Febrina Ratna Iskana
16 September 2019, 15:43
Pertamina, Karhutla
Pertamina
Pertamina Hulu Energi (PHE) berupaya memadamkan api yang muncul di sekitar wilayah kerja Kampar, Provinsi Riau. Api muncul akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Pertamina Hulu Energi (PHE) memastikan titik api akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sekitar wilayah operasi Blok Kampar telah terkendali. Dengan begitu, fasilitas produksi bisa berjalan normal.

VP Relation PT Pertamina Hulu Energi Ifki Sukarya menyatakan, kebakaran di sekitar wilayah operasi PHE Kampar telah tertangani oleh Tim Operasi Keadaan Darurat Penanggulangan Kebakaran PHE Kampar bersama TNI. “Sampai saat ini titik api di sekitar fasilitas operasi PHE Kampar telah dapat dikendalikan dan operasi produksi berjalan normal,”ujar Ifki.

Ifki menuturkan, Tim OKD PHE Kampar terus berkoordinasi dengan pihak terkait dan memantau kondisi Karhutla di area sekitar sumur PHE Kampar. Untuk mengatasi Karhutla yang terjadi sejak 11 September 2019, PHE telah menugaskan 30 Tim Operasi Keadaan Darurat (OKD) yang didukung 100 personil TNI.

(Baca: Jokowi Tugaskan Menteri LHK dan TNI/Polri Atasi Kebakaran & Asap Riau)

Ada lima titik api yang muncul di sekitar Blok Kampar, Provinsi Riau. Untuk memadamkan api, tim menggunakan  dua unit fire truck dan tiga unit vaccum truck . Dalam kondisi tertentu, tim  dibantu oleh beberapa unit fire truck dari PEP Lirik serta Perusahaan Sawit.

Saat kunjungan kerja Kepala BNPB 11 September 2019 lalu, Tim OKD PHE Kampar sedang melakukan pemadaman di dekat trafo. Sebab, apabila tidak segera teratasi akan menimbulkan potensi bahaya kebakaran yang lebih besar lagi dan shutdown sumur-sumur.

“Seluruh personil, area operasi dan peralatan penanggulangan berada dalam kondisi baik. Kami berharap situasi tetap terjaga aman dan terkendali,” kata Ifki.

(Baca: Kebakaran Lahan Riau, Kementerian LHK Segel Lahan Perusahaan Malaysia)

Untuk penanganan Karhulta di Riau, Pertamina melalui Marketing Operation Region (MOR) 1 juga telah memberikan bantuan kepada BPBD Riau berupa 1 unit refueller di bandara Japura.

Selain itu, Panglima TNI dan Kapolri melalui jajaran TNI/Polri yang ditugaskan di wilayah Dusun Air Kuning Kel. Kerumutan, Kecamatan Kerumutan juga memberikan dukungan penuh dengan meminta personil TNI/Polri untuk membantu masyarakat dari kebakaran dan asap, serta bersama-sama menjaga Objek Vital Nasional pertambangan minyak Pertamina.

“Dukungan dari berbagai pihak seperti TNI, Polri, dan BNPB akan memudahkan untuk mengatasi Karhutla sehingga kami dapat menjaga fasilitas operasi di Kampar,”ujanya.

(Baca: Infografik: Indonesia Langganan Kebakaran Hutan)

Video Pilihan

Artikel Terkait