Selesai Mengebor Tiga Sumur, Premier Oil Dapat Tambahan Produksi Gas

Dari pengeboran tiga sumur di Natuna Sea Blok A, Premier Oil mendapatkan tambahan potensi produksi dari masing-masing sumur sebesar 25 MMSCFD.
Image title
Oleh Verda Nano Setiawan
9 September 2019, 20:07
Premier Oil, SKK Migas
Katadata
Ilustrasi, blok migas. Premier Oill telah menyelesaikan pengeboran tiga sumur dan berhasil mendapatkan tambahan produksi gas.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyampaikan Premier Oil telah merampungkan tiga pengeboran sumur pengembangan dari target empat sumur di Natuna Sea Blok A pada tahun ini. Dari pengeboran tersebut, Premier Oil berhasil mendapatkan tambahan produksi gas.

Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani Abdurahman mengatakan ketiga sumur tersebut sudah melalui tes ujicoba produksi. Dari hasil tes tersebut, Premier Oil mendapatkan potensi tambahan produksi sebesar 75 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

"Masing-masing average di 25 MMscfd," ujar Fatar ke Katadata.co.id pada Senin (9/9).

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabawa Taher ketika dihubungi secara terpisah mengatakan proyek pengeboran sumur bernama Bison-Iguana-Gajah-Puteri tersebut ditargetkan berproduksi pada pertengahan kuartal IV 2019. Sebab, Premier Oil masih harus menyelesaikan satu pengeboran sumur pengembangan.

(Baca: SKK Migas Optimistis 8 Proyek Hulu Migas Berproduksi Akhir Tahun Ini)

SKK Migas menargetkan produksi dari Sea Natuna Blok A bisa mencapai 200 MMSCFD dari proyek tersebut. "Blok A itu sekarang di kisaran rata-rata 190 MMscfd. Mudah-mudahan bisa 200 MMscfd setelah proyek itu jalan," kata Wisnu.

Dari informasi yang diperoleh Katadata.co.id, Premier Oil mengebor sumur di Sea Natuna Blok A mulai April 2019. Pengeboran ini membutuhkan waktu sekitar tujuh hingga delapan bulan. Total investasi yang akan dikeluarkan perusahaan asal Inggris itu untuk mengebor empat sumur mencapai US$ 100 juta.

Premier Oil bertindak sebagai operator dengan hak kelola 28,67%. Premier juga memiliki mitra di blok tersebut yakni Petronas sebesar 15%, Kufpec sebesar 33, 33%, PTT EP dan PHE masing-masing sebesar 23%.

Selain Natuna Sea blok A, Premier Oil mengelola Blok Tuna yang ada di Laut Natuna Utara. Perusahaan ini memiliki hak kelola sebesar 65% dan bermitra dengan MOECO (25%) dan GS Energy (15%).

(Baca: Premier Oil Akan Akuisisi Data Seismik Tiga Dimensi di Laut Andaman)

Reporter: Verda Nano Setiawan

Video Pilihan

Artikel Terkait