Pelaku Usaha Migas Nilai Kebijakan Pemerintah Beri Sinyal Positif

Persetujuan rencana pengembangan Blok Masela dan keterbukaan data migas menjadi sentimen positif bagi pelaku usaha migas Indonesia.
Image title
Oleh Fariha Sulmaihati
4 September 2019, 11:06
konvensi migas, IPA Convex 2019
Katadata
Ignasius Jonan Menteri ESDM (tengah) beserta jajaran berfoto bersama dalam acara Indonesia Petroleum Association (IPA) yang menyelenggarakan konvensi dan pameran IPA ke-43 Tahun 2019 (IPA Convex 2019) pada 4-6 September ,di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta dengan tema Driving Exploration and Optimizing Existing Production for Long Term Energy Security, Jakarta Pusat (4/9).

Indonesian Petroleum Association (IPA) menilai iklim investasi hulu migas Indonesia semakin berkembang dan memberikan sinyal yang positif. Ditandai dengan persetujuan rencana pengembangan (POD) Blok Masela antara pemerintah dan Inpex.

Louise M. Mckenzie selaku Pejabat Presiden IPA mengatakan adanya insentif dari Kementerian Keuangan dan keterbukaan data migas dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan gairah investasi di industri migas.

"IPA apresiasi karena pemerintah telah menyetujui POD Blok Masela, ini menandakan semakin majunya industri," ujar Louise dalam acara pembukaan IPA Covention and Exhibition 2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (4/9).

(Baca: Eksplorasi dan EOR Jaga Asa Capai Produksi Minyak 1 Juta BOPD di 2030)

Menurutnya hal tersebut menjadi bukti perhatian pemerintah bagi pelaku usaha industri hulu migas. Untuk itu, asosiasi yang menghimpun perusahaan migas tersebut menginginkan kolaborasi yang berkesinambungan dengan pemerintah. Apalagi populasi di Indonesia akan berkembang pesat, sehingga perlu adanya ketanahan energi.

Menteri ESDM Ignasius Jonan juga setuju pentingnya ketahanan energi. Untuk itu dibutuhkan eksplorasi dan efesiensi yang harus beriringan dengan perkembangan teknologi.

(Baca: Lifting Migas Dipatok Tinggi, SKK Migas Sesuaikan Target Kontraktor)

"Saya sudah minta kepada SKK Migas agar bisa mengembangkan teknologi dan ciptakan efesiensi," ujarnya.

Di sisi lain, Jonan mengakui kondisi ekonomi global yang sulit ditebak akan berdampak pada kondisi harga minyak dunia dan  ekonomi dalam negeri. Makanya pemerintah akan menyiapkan berbagai macam regulasi agar bisa mempertahankan kondisi ekonomi Indonesia.

"Kami mencoba sebaik mungkin, kami hanya berharap harga minyak terus membaik. Untuk itu dibutuhkan eksplorasi dan perbaikan regulasi," kata Jonan.

(Baca: Insentif Siap Berlaku, SKK Migas Ingatkan Kontraktor Cepat Eksplorasi)

Reporter: Fariha Sulmaihati

Video Pilihan

Artikel Terkait