Hentikan Tumpahan Minyak, Pengeboran Sumur Pertamina Capai 2110 Meter

Pertamina menargetkan pengeboran sumur capai 2.765 meter. Dengan begitu, sumur migas yang bocor bisa ditutup.
Image title
Oleh Verda Nano Setiawan
27 Agustus 2019, 19:45
pertamina, blok onwj
ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar
Warga mengumpulkan tumpahan minyak (Oil Spill) yang tercecer di Pesisir Pantai Cemarajaya, Karawang, Jawa Barat, Senin (22/7/2019). Tumpahan minyak tersebut tercecer di sepanjang pantai Sedari hingga pantai Cemarajaya akibat kebocoran pipa proyek eksplorasi minyak milik Pertamina.

Pertamina Hulu Energi Offshore Northwest Java (PHE ONWJ) menyatakan pengeboran relief well (sumur YYA-1 RW) telah menembus kedalaman 6924 feet atau 2110 meter dari target 2.765 meter. Pengeboran relief well dilakukan untuk menutup kebocoran minyak dan gas dari sumur YYA-1 di Blok ONWJ yang telah mencemari perairan laut Karawang sejak 12 Juli 2019 lalu.

VP Relations Pertamina Hulu Energi (PHE) Ifki Sukarya menyampaikan pengeboran sumur YYA-1RW berada di tahap mencari dan menemukan lubang sumur YYA-1 yang bocor. Setelahnya baru dipompakan lumpur berat ke dalam sumur baru dengan tujuan mematikan sumur YYA-1.

Setelah sumur YYA-1 dinyatakan mati, maka dilakukan pemantauan selama 24 jam penuh sebelum dilanjutkan ke proses plug and abandon atau penutupan sumur secara permanen. "PHE ONWJ berupaya optimal agar secepatnya dapat menutup sumur YYA-1 sehingga tidak lagi menumpahkan minyak,” ujar Ifki Sukarya berdasarkan keterangan tertulis, Selasa (27/8).

(Baca: Pertamina Dinilai Sulit Capai Target Rini soal Tumpahan Minyak ONWJ )

Di sisi lain, proses kompensasi warga terdampak terus berjalan. Setelah proses pengumpulan data dilapangan, Pertamina tengah memproses verifikasi data.

Proses verifikasi tersebut dibantu oleh sejumlah institusi seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten/Kota, dan Tim Kompensasi Pemerintah Daerah.

Setelah proses verifikasi dinyatakan selesai, tahapan selanjutnya adalah tahapan penilaian perhitungan,. Kemudian diakhiri dengan proses pembayaran dengan transfer melalui rekening bank. 

(Baca: Pertamina Akan Beri Uang Tunai untuk Korban Tumpahan Minyak Blok ONWJ)

Rencananya Pertamina akan membuka rekening bank untuk warga terdampak yang sudah terverifikasi. Pertamina akan mentransfer uang kompensasi lewat rekening ban tersebut.

Ada tiga bank Himbara (BRI, BNI dan Mandiri) yang akan menyalurkan pembayaran kompensasi. Ketiga Bank itu akan melakukan pendataan terlebih dahulu sebelum mendistribusikan dana kompensasi.

Sebelumnya Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Karawang Hendro Subroto menyebut ada 8.000 orang menjadi korban tumpahan minyak. KLHK menyatakan sekitar 12 desa di Karawang dan Bekasi serta tujuh pulau di Kepulauan Seribu terkena dampak tumpahan minyak.

Akibat tumpahan minyak ini para nelayan kehilangan penghasilan karena tumpahan minyak menghilangnya ikan dan hasil tangkapan laut. Selain tak dapat melaut, ribuan orang terkena penyakit seperti gatal-gatal dan infeksi saluran pernapasan akut setelah membersihkan pantai dari minyak.

(Baca: SKK Migas Terus Investigasi Tumpahan Minyak Pertamina)

Reporter: Verda Nano Setiawan

Video Pilihan

Artikel Terkait