16 Proyek Rampung, Rasio Listrik Nusa Tenggara Naik 97,9%

Menteri ESDM Ignasius Jonan menargetkan rasio elektrifikasi NTB dan NTT bisa mencapai 99,99% di akhir tahun 2019.
Image title
Oleh Fariha Sulmaihati
26 Juli 2019, 14:07
pembangkit listrik, ignasius jonan, Kementerian ESDM
Septianda Perdana|ANTARA FOTO
Menteri ESDM Ignasius Jonan meninjau pengembangan mesin Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Medan Belawan, Sumatera Utara, Jumat (31/3).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meresmikan 16 proyek kelistrikan di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis (26/7). Rasio elektrifikasi di Nusa Tenggara pun meningkat menjadi 97,9%. Pada akhir 2018, rasio kelistrikan NTT baru mencapai 61,90% dan NTB sebesar 89,10%.

Jonan menargetkan rasio elektrifikasi NTB dan NTT bisa mencapai 99,99% di akhir tahun ini. Jonan pun berharap semua pihak dapat membantu merealisasikan target tersebut. "Jadi tolong dibantu supaya semua masyarakat bisa menikmati listrik. Sudah 74 tahun merdeka ada yang belum menikmati listrik," ujar Jonan dalam keterangan tertulis pada Kamis (26/7).

Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengatakan 16 infrastruktur kelistrikan tersebut bisa mengatasi masalah kelistrikan di NTB, kususnya di Pulau Sumbawa. "Mudah-mudahan dengan diresmikan proyek infrastruktur kelistrikan ini tidak ada lagi persoalan," ungkapnya.

Adapun proyek yang diresmikan untuk Provinsi NTB, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Bima 50 Megawatt (MW), PLTMG Sumbawa 50 MW, dan PLTMG Maumere 40 MW. Sedangkan untuk Provinsi NTT terdiri dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Sita–Borong 2x500 kW, serta PLTS Maumere–Ropa–Ende 2x1 MWp.

Selain itu juga ada proyek-proyek Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) serta Gardu Induk (GI) 70 kV & 150 kV yang dibangun di Provinsi NTB. Rinciannya, SUTT 150 kV Sumbawa Merah Putih – Gardu Induk (GI) Labuhan, SUTT 70 kV GI Taliwang – PLTU Sumbawa Barat. Pembangunan SUTT dan GI ini bertujuan agar layanan listrik bisa lebih konsisten. 

(Baca: Permintaan Listrik Industri Lesu, PLN Mati-hidupkan Pembangkit)

Kemudian, GI 70 kV Taliwang Ext, SUTT 70 kV Bonto – Bima – Dompu, GI 70 kV Bima Ext, GI 70 kV Bonto Ext, GI 70 kV Alas EXT, GI 70 kV Woha, SUTT 70 Kv GI Taliwang – GI Alas, SUTT 150 Kv GI Labuhan – GI Empang, SUTT 150 Kv GI Empang – GI Dompu.

Selain itu, Kementerian ESDM memberikan bantuan penyambung listrik bagi 2.000 rumah tangga tidak mampu baik di Provinsi NTB maupun NTT.  Kementerian ESDM mencatat ada 34 ribu rumah tangga yang belum berlistrik di Provinsi NTB.

Jonan pun meminta pemerintah daerah turut berpartisipasi menyisihkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk memberikan bantuan penyambungan listrik. "Saya juga meminta partisipasi dari APBD untuk sambung listrik gratis. Ini jadi tantangan sosial yang besar kalau dibiarkan saja," ujar Jonan.

(Baca: Investasi Kelistrikan Diprediksi Capai Rp 198 Triliun Tahun Ini)

 

 

Reporter: Fariha Sulmaihati

Video Pilihan

Artikel Terkait