Dirut Pertamina: Jika Menurunkan Harga BBM, Bisnis Hulu Migas Ditutup

Dirut Pertamina menyebut penentuan harga BBM mempertimbangkan ongkos produksi hulu migas. Sehingga pihaknya belum bisa menurunkan harga bahan bakar minyak.
Image title
Oleh Verda Nano Setiawan
29 Juni 2020, 19:26
Pertamina, harga, bbm, migas
ANTARA FOTO/Fauzan/foc.
Ilustrasi. Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah di SPBU kawasan Kebon Nanas, Kota Tangerang, Banten, Minggu (17/5/2020). Pertamina belum menurunkan harga BBM meski harga minyak turun.

Pertamina memutuskan tak menurunkan harga bahan bakar minyak atau BBM. Padahal harga minyak dunia turun cukup tajam.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengaku pihaknya tak nyaman diserang terus-menerus oleh masyarakat karena tak menurunkan harga BBM. Padahal, perusahaan bisa langsung menurunkan harga BBM dengan mengimpor minyak mentah sebanyak-banyaknya.

Namun, kebijakan tersebut bakal membuat bisnis hulu migas dan kilang perusahaan tutup. Pasalnya, ongkos produksi hulu migas dan kilang di dalam negeri lebih mahal dibandingkan impor minyak saat harga minyak anjlok.

(Baca: Pertamina: Proyek Pembangunan Kilang Baru Tak Terganjal Corona)

Di sisi lain, komponen ongkos produksi menjadi dasar perhitungan harga BBM. Oleh karena itu, perusahaan tidak memilih opsi menurunkan harga BBM.

Terlebih lagi jika industri hulu migas ditutup, banyak dampak negatif terhadap industri lainnya. "Tapi kami kan BUMN. Industri turunan ikut mati kalau kami tutup. Kalau mau profit saja mah gampang, beli saja," kata Nicke dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VII, Senin (29/6).

Lebih lanjut, Nicke  mengatakan penurunan harga minyak mentah dunia hanya terjadi pada periode April-Mei 2020. Jika kondisi berangsur normal, harga minyak bisa kembali naik. Hal itu juga dapat mempengaruhi harga BBM.

"Crude kami dari pasar spot. Meskipun ada pengadaan long term di atas satu tahun yang kami koordinasikan dengan BPK dan KPK," kata Nicke.

(Baca: Pemerintah Utang ke Pertamina hingga Rp 96,5 T untuk Pasok Subsidi BBM)

Reporter: Verda Nano Setiawan

Video Pilihan

Artikel Terkait