DEN Ingin Seluruh Produk BBM Berbasis Nabati Demi Ketahanan Energi

Menurut DEN, tingkat ketahanan energi nasional bisa mencapai 7.99 jika seluruh produk BBM diproduksi dari bahan nabati.
Image title
Oleh Verda Nano Setiawan
29 Juli 2020, 14:57
bahan bakar nabati, BBN, energi, BBM
KATADATA/Arief Kamaludin
Ilustrasi, Bahan Bakar Nabati (BBN). Dewan Energi Nasional (DEN) mendorong BBM berbasis nabati untuk meningkatkan ketahanan energi nasional.

Dewan Energi Nasional (DEN) berupaya meningkatkan ketahanan energi nasional. Salah satu caranya dengan mengembangkan Bahan Bakar Nabati (BBN).

Sekretaris Jenderal DEN Djoko Siswanto mengatakan indeks ketahanan energi Indonesia hingga tahun ini berada pada level 6.44. Menurutnya, level tersebut sudah masuk ke dalam kategori tahan dalam penilaian ketahanan energi.

Meski begitu, pemerintah ingin terus menggenjot indeks ketahanan energi. Pemerintah pun mendukung uji coba pengolahan produksi green diesel atau D100 yang dikerjakan Pertamina di Kilang Dumai. 

"Kalau ada D100, otomatis meningkatkan indeks ketahanan energi. Kami ingin (indeks) di 7.99, itu kalau semua bahan bakar nabati sudah bisa memproduksi seluruh jenis BBM," ujarnya pada Rabu (29/7).

 

Jika program itu dapat didistribusikan ke masyarakat, dia yakin ketahanan energi nasional akan terjaga. Selain itu, pengembangan BBN bisa menjadi salah satu solusi untuk menekan impor produk BBM saat ini.

Adapun produksi minyak sawit per tahunnya mencapai 46 juta kilo liter (KL) hingga 49 juta KL. Sedangkan jumlah FAME yang dibutuhkan untuk mendukung program mandatori biodiesel 30% (B30) hanya 6,9 juta KL per tahun.

Jika diakumulasi, terdapat sisa produksi kelapa sawit sebesar 40 juta KL. Namun, jumlah tersebut sebagian besar masih digunakan untuk sektor pangan dan kosmetik.

"Kalau ada D100, kira-kira dibutuhkan untuk solar subisidi sekitar 15 juta KL, nonsubsidi 15 juta KL, totalnya 30 juta KL," kata dia.

 

Reporter: Verda Nano Setiawan

Video Pilihan

Artikel Terkait