Pertamina EP Tambah Produksi 2.581 BOPD dari Sukowati dan Sanga-Sanga

Selain mendapat tambahan produksi migas, Pertamina EP juga mendapat tambahan cadangan dari sumur migas di area Jawa Barat dan Sulawesi Tengah.
Image title
Oleh Febrina Ratna Iskana
30 Juli 2020, 11:38
pertamina, produksi migas
/home/ubuntu/Pictures/antarafoto/cropping/production/original/ANT20190926167.jpg
Ilustrasi, fasilitas produksi minyak. Pertamina EP berhasil menambah produksi minyak dari Lapangan Sukowati dan Sanga-Sanga.

Pertamina EP atau PEP berupaya memenuhi target produksi dan meningkatkan cadangan migas di tengah pandemi corona. Perusahaan pun berhasil meningkatkan produksi dan menemukan cadangan baru pada awal semester II 2020.

PEP meningkatkan produksi migas melalui program well intervention di sumur SKW-21 Asset 4 Sukowati Field dan pengeboran baru di sumur SBJ-343 Asset 5 Sangasanga Field. Selain itu, perusahaan mendapatkan cadangan baru dari kegiatan eksplorasi di sumur Akasia Prima (AKP)-001 di Jawa Bagian Barat dan sumur Wolai (WOL)-002 di Kabupaten Banggai, Sulawesi
Tengah.

Program well intervention di sumur SKW-21 Asset 4 Sukowati Field menghasilkan tambahan minyak sebesar 2.200 barel per hari (BOPD). “Hingga 21 Juli 2020, total produksi sumur tersebut mencapai 9.821 BOPD melebihi target harian yang dibebankan kepada Sukowati Field," Direktur PEP Eko Agus Sardjono dalam siaran pers pada Kamis (30/7).

Sukowati Field memang menjadi tulang punggung produksi Pertamina EP. Lapangan migas itu menyumbang 60% dari keseluruhan produksi minyak PEP di Asset 4. Oleh karena itu, perusahaan terus melaksanakan kegiatan servis sumur untuk mencapai target produksi tahun ini.

PEP juga mendapat tambahan produksi sebesar 381 BOPD dari pengeboran sumur SBJ-343 di Asset 5 Sangasanga Field yang ditajak pada 17 Juni 2020. Produksi minyak Sangasanga Field saat ini (year to date) mencapai 5.672 BOPD dan produksi gas sebesar 2,612 MMSCFD.

Pertamina EP juga berhasil menemukan sumber daya migas baru dari pengeboran eksplorasi Sumur Akasia Prima (AKP)-001 terletak di Kabupaten Indramayu Jawa Barat. Sumur tersebut mulai dibor pada 28 April 2020 dengan kedalaman akhir pada 17 Juni 2020 sebesar 2.561 meter.

Keberhasilan penemuan cadangan lainnya juga didapatkan dari pengeboran eksplorasi Wolai
(WOL)-002 yang terletak di Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah. Sumur tersebut mulai ditajak pada 29 November 2019. Kedua sumur eksplorasi tersebut dalam tahap proses evaluasi cadangan minyak dan gas.

“Kami mengharapkan penemuan sumber daya migas itu dapat menguatkan optimisme pencarian sumber daya baru dan segera berkontribusi mendukung produksi migas beberapa tahun kedepan,” ujar Eko.

Hingga akhir Juni 2020, realisasi produksi minyak PEP mencapai sebesar 80,516 BOPD dan produksi gas sebesar 875.87 MMSCFD. “Kontributor terbesar produksi minyak yaitu Asset 5 di Kalimantan dengan produksi rata-rata 18.600 BOPD. Sedangkan produksi gas terbesar ada di Asset 2 Sumatera Selatan sebesar 351 MMSCFD," ujar Eko

PEP juga mencatatkan 44.983.798 jam kerja selamat hingga Juni 2020. Perusahaan memastikan seluruh kegiatan operasi maupun perkantoran mematuhi protokol kesehatan serta penerapan Pola
Hidup Bersih dan Sehat selama pandemi corona.

Selain itu, perusahaan secara berkala mengevaluasi semua program kerja dan biaya operasi di tengah rendahnya harga minyak dunia. Hal itu untuk memperoleh program kerja prioritas dengan efisiensi yang optimal. Perusahaan juga bisa lebih selektif melaksanakan program kerja operasi dan produksi sesuai keekonomian.

Video Pilihan

Artikel Terkait