Jelang Idul Adha, Pertamina Jaga Pasokan BBM dari Kilang Cilacap

Pertamina mengandalkan produksi Kilang Cilacap untuk memenuhi 60% kebutuhan BBM di Pulau Jawa.
Image title
Oleh Febrina Ratna Iskana
30 Juli 2020, 16:00
pertamina, kilang, bbm
Katadata
Ilustrasi, kilang Cilacap. Pertamina jaga pasokan Kilang Cilacap untuk menjamin suplai BBM di Pulau Jawa.

Pertamina Refinery Unit IV Cilacap menjaga suplai bahan bakar minyak atau BBM tetap aman jelang Idul Adha 1441 Hijriah. Kilang terbesar yang dimiliki Pertamina itu tetap beroperasi dengan protokol kesehatan yang ketat demi memasok BBM ke masyarakat.

Unit Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina (Persero) Refinery Unit IV Hatim Ilwan mengatakan kapasitas pengolahan crude Kilang Cilacap mencapai 348.000 barel/hari atau sekitar 33,4% dari kapasitas kilang nasional. Produk olahan yang dihasilkan berupa produk petrokimia, lube base yang dijadikan bahan dasar pelumas, dan BBM.

Kilang Cilacap bahkan mampu memproduksi seluruh jenis BBM yang dijual oleh Pertamina, seperti seperti premium dan pertamax, solar dan dexlite, avtur, LPG, hingga bahan bakar boiler & furnace serta marine fuel

Di sisi lain, Kilang Cilacap memasok sepertiga dari kebutuhan BBM nasinal. Produk BBM Kilang Cilacap disalurkan ke wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, serta Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

“Khusus Pulau Jawa, Kilang Cilacap memasok 60% kebutuhan BBM,” ujar Hatim dalam siaran pers pada Kamis (30/7).

Pendistribusian produk-produk BBM dari Kilang Cilacap dilakukan melalui jalur kapal laut atau lewat jaringan pipa. Untuk distribusi melalui jaringan pipa, produk Kilang Cilacap disalurkan melalui dua ruas yakni ke arah timur melalui ruas pipa Cilacap-Rewulu (Yogyakarta) serta ke arah barat lewat ruas Cilacap–Padalarang (Jawa Barat).

Hingga saat ini, Kilang Cilacap mampu menjaga stok seluruh jenis BBM berada di angka aman. Rata-rata stok BBM yang dimiliki kilang dengan dukungan sekitar 1.500 pekerja ini cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi di level tujuh hari.

“Bahkan khusus untuk jenis pertamina dex dan solar, ketahanan stoknya mencapai 11 hari," ujar Hatim.

Adapun rincian stok premium berada di level 240 juta barel, pertamax 220 juta barel, pertadex 70 juta barel, solar 350 juta barel, serta avtur di angka 165 juta barel. “Ini menjadi komitmen kami untuk selalu menjaga keamanan dan kehandalan produksi guna memenuhi kebutuhan energi masyarakat,” ujar Hatim.

Video Pilihan

Artikel Terkait