Investasi Ketenagalistrikan Lesu, Hingga Juni Hanya 36% dari Target

Kementerian ESDM mencatat investasi ketenagalistrikan sepanjang semester I 2020 hanya US$ 3,97 miliar dari target tahun ini sebesar US$ 11 miliar.
Image title
Oleh Verda Nano Setiawan
30 Juli 2020, 19:35
esdm, listrik
ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/aww.
Ilustrasi, pekerja beraktivitas di Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (Gitet) transmisi Jawa bagian timur dan Bali di Kota Kediri, Jawa Timur, Rabu (8/4/2020). Kementerian ESDM mencatat realisasi investasi hingga Juni 2020 hanya US$ 3,97 dari target US$ 11 miliar.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ESDM mencatat realisasi investasi sektor ketenagalistrikan hingga Juni 2020 mencapai US$ 3,97 miliar atau sekitar Rp 57,3 triliun. Padahal, pemerintah menargetkan investasi di sektor listrik pada tahun ini sebesar US$ 11 miliar atau 161,66 triliun.

Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Jisman Hutajulu mengatakan realisasi investasi hingga April 2020 masih melampui target pemerintah. Pada bulan tersebut, pemerintah mencatat realisasi investasi mencapai US$ 3,3 miliar dari target sebesar US$ 2,99 miliar.

Namun, pandemi corona yang melanda Tanah Air menyebabkan investasi kelistrikan turun drastis. "Pada Mei 2020 sudah mulai renggang antara target dan realisasi, pada Juni 2020 semakin renggang, ini pertanda," ujar Jisman dalam konfrensi pers secara virtual, Kamis (30/7).

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan (Gatrik) Kementerian ESDM Rida Mulyana menambahkan kebijakan beberapa negara yang menerapkan lockdown  turut mempengaruhi capaian realisasi investasi sepanjang paruh pertama tahun ini. Pasalnya, beberapa peralatan yang dipesan dari luar negeri dapat masuk ke Indonesia.

"Turbin yang diimpor dari luar negeri, ketika pelabuhan di lockdown tidak tercatat di kami. Mudah-mudahan kalau semua lockdown dibuka, ada akselerasi pada Juli-Agustus 2020 sehingga target investasi bisa tercapai," kata Rida.

Berdasarkan paparan Kementerian ESDM, capaian pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan untuk kapasitas pembangkit terpasang hingga Mei 2020 mencapai 70.901,30 mega watt (MW). Sedangkan progres penambahan transmisi hingga Juni 2020 sebesar 950,85 kms dari target 4.459,62 kms. Kemudian, capaian penambahan gardu induk hingga Juni sebesar 2.890 MVA dari target 14.247 MVA.

Reporter: Verda Nano Setiawan

Video Pilihan

Artikel Terkait