Bisnis Taksi Kian Lesu, Laba Bersih Blue Bird Turun 31,4%

Pendapatan dari bisnis kendaraan taksi, yang merupakan kontributor terbesar pendapatan perusahaan, turun 6,4 persen menajdi Rp 2,36 triliun.
Image title
Oleh Ihya Ulum Aldin
29 Oktober 2019, 15:13
Blue Bird
Arief Kamaludin|Katadata
Ilustrasi, taksi Blue Bird. Laba bersih perusahaan beremiten BIRD ini turun 31,4 persen pada akhir September 2019 karena turunnya pendapatan dari bisnis taksi.

PT Blue Bird Tbk (BIRD) mencatatkan penurunan laba bersih  pada triwulan ketiga 2019 dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy). Laba bersih turun karena pendapatan dari bisnis taksi yang juga turun.

Dalam laporan keuangan yang dirilis melalui keterbukaan informasi pada Senin (28/10), Blue Bird mengantongi laba bersih hingga akhir September senilai Rp 229,33 miliar, turun 31,4 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 334,33 miliar.

Hingga kuartal ketiga, perseroan tercatat mampu mengantongi total pendapatan bersih senilai Rp 2,96 triliun, turun 4,7 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 3,10 triliun.

Hal itu disebabkan turunnya pendapatan dari bisnis kendaraan taksi, yang merupakan kontributor terbesar pendapatan perusahaan. Hingga September 2019, Blue Bird hanya mengantongi pendapatan senilai Rp 2,36 triliun dari bisnis taksinya, turun 6,4 persen secara yoy dari Rp 2,52 triliun.

Padahal, pendapatan dari bisnis kendaraan non-taksi Blue Bird hingga triwulan ketiga 2019 tercatat naik 2 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Tp 619,36 miliar menjadi Rp 632,16 miliar.

(Baca: Blue Bird Gelontorkan Rp 40 Miliar Untuk Datangkan Mobil Listrik)

Penurunan laba bersih juga disebabkan naiknya beban usaha perseroan. Hingga September 2019, beban usaha Blue Bird sebesar Rp 519,12 miliar, naik 17,2 persen secara yoy dari Rp 442,8 miliar.

Laba usaha perusahaan hingga triwulan ketiga 2019 pun mengalami penurunan hingga 28,4 persen secara yoy. Laba usaha Blue Bird hingga September 2019 tercatat senilai Rp 291,5 miliar, sedangkan hingga September 2018 leba usaha perseroan senilai Rp 407,3 miliar.

Catatan lainnya, total aset Blue Bird pada periode sembilan bulan tahun ini tercatat naik sebesar 6,6 persen secara yoy. Hingga triwulan III 2019, total aset perusahaan senilai Rp 7,41 triliun, sedangkan pada periode yang sama tahun lalu total asetnya senilai Rp 6,95 triliun.

(Baca: Blue Bird Bangun Anak Usaha Jasa Kurir dengan Modal Rp 400 Miliar)

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Video Pilihan

Artikel Terkait