Konsumsi BBM Turun, Pertamina akan Sesuaikan Operasional Kilang

Operasional kilang Pertamina hingga saat ini masih berjalan normal meskipun konsumsi BBM dan elpiji menurun imbas pandemi corona.
Image title
31 Maret 2020, 15:18
kilang, pertamina, bbm, elpiji, virus corona
Katadata | Dok.
Ilustrasi, kilang. Pertamina menyebut operasional kilang berjalan lancar meski konsumsi BBM dan elpiji turun imbas pandemi corona.

Pertamina mencatat penurunan konsumsi bahan bakar minyak atau BBM dan elpiji selama pandemi virus corona. Perusahaan pelat merah itu pun bakal menyesuaikan operasional kilang.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan operasional kilang perusahaan saat ini berjalan normal. "Namun, kilang itu adjustable, akan disesuaikan dengan kebutuhan," kata Fajriyah ke Katadata.co.id pada Selasa (31/3).

Lebih lanjut, dia mengatakan pihaknya bakal terus berusaha memenuhi kebutuhan BBM dan elpiji masyarakat. Terutama di tengah pandemi virus corona.

"Kami tetap menjaga stok untuk dapat tetap dalam posisi yang aman," kata Fajriyah.

Advertisement

(Baca: Pertamina Tak Pangkas Investasi Migas Meski Harga Minyak Terpuruk)

Pertamina mencatat pasokan rata-rata nasional untuk BBM saat ini berada di level 23 hari dan stok elpiji selama 17 hari. Pasokan tersebut cukup untuk memenuhi konsumsi energi masyaraka di tengah pandemi corona.

Pasalnya, konsumsi BBM dan elpiji masyarakat turun imbas imbauan beraktivitas di rumah. Tercatat sejak penerapan work from home pada 16 Maret 2020, konsumsi BBM secara umum turun 8% dari rata-rata normal harian 134,87 ribu kiloliter (KL) menjadi 123,74 ribu KL.

Sedangkan konsumsi elpiji subsidi naik 0,7% dari konsumsi normal harian 21,93 ribu metrik ton menjadi 22,10 ribu metrik ton. Sedangkan LPG rumah tangga nonsubsidi naik sebesar 5,4% dari konsumsi normal harian 2,05 ribu metrik ton menjadi 2,16 metrik ton.

(Baca: Pertamina Pastikan Stok BBM dan Elpiji Tak Terganggu Pandemi Corona)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait