Bersama G20, RI Jaga Pasokan Obat-obatan untuk Lawan Virus Corona

Negara yang tergabung dalam G20 sepakat menjamin kelancaran arus barang dan jasa dalam pedagangan internasional demi melawan pandemi corona.
Image title
31 Maret 2020, 13:00
kemendag, virus corona
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/pras.
Ilustrasi, kotak berisi obat Chloroquine. Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan negara anggota G20 menjaga perdagangan barang dan jasa, termasuk pasokan obat-obatan untuk melawan pandemi corona.

Pemerintah bersama negara anggota G20 Sepakat bekerja sama menghadapi penyebaran virus corona. Salah satunya dengan menjaga arus barang dan jasa, terutama pasokan obat-obatan vital untuk Covid-19.

Hal itu disampaikan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dalam Pertemuan Luar Biasa Tingkat Menteri Perdagangan Negara-negara G20 mengenai pandemi corona. Pertemuan tersebut dilaksanakan secara virtual, Senin (30/3) malam.

"Ini merupakan respons cepat dari G20 terhadap pandemi global Covid-19, dengan menjamin kelancaran arus barang dan jasa terhadap kegiatan perdagangan internasional," kata Agus seperti dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (31/3).

Menurutnya, kerja sama global diperlukan untuk menangani dampak ekonomi dari virus corona. Kepemimpinan G20, lanjut dia, diperlukan dalam mengembalikan kepercayaan terhadap perekonomian global dan perdagangan internasional.

Advertisement

“Pandemi corona jadi tantangan global yang semakin sulit untuk ditangani secara individual," ujar dia.

(Baca: WHO Bakal Minta Dukungan Dana dan APD Atasi Corona di KTT G20 Virtual)

Pertemuan virtual para Menteri Perdagangan G20 tersebut digagas oleh Arab Saudi sebagai Presidensi G20 pada 2020. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan mengenai pentingnya G20 memberikan sinyal kepercayaan yang kuat terhadap perekonomian global.

Agus menjelaskan, kesepakatan ini merupakan tindak lanjut dari mandat yang ditugaskan oleh para pemimpin G20 pada Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa (KTT LB) G20. Adapun, Presiden Joko Widodo telah mengikuti KTT LB G20 terkait COVID-19 yang diselenggarakan secara virtual pada 26 Maret 2020.

Sebelumnya, para pemimpin G20 telah memberikan mandat kepada para Menteri Perdagangan untuk memastikan suplai peralatan medis dan produk pertanian pokok, menjaga rantai pasok global, dan menghindari disrupsi perdagangan. Para Menteri Perdagangan juga diminta untuk mengkaji dampak corona di bidang perdagangan.

Selain itu, Menteri Perdagangan G20 diminta menciptakan iklim perdagangan dan investasi yang bebas, adil, tidak diskriminatif, dapat diprediksi dan stabil, serta diminta untuk terus membuka pasar.

Adapun, pemerintah Indonesia berupaya untuk mengatasi dampak corona melalui stimulus kebijakan fiskal dan nonfiskal. Di sektor perdagangan, relaksasi kebijakan dilakukan dengan mempercepat aktivitas ekspor impor, menghapus hambatan perdagangan, dan meningkatkan efisiensi logistik nasional.

Selain itu, Kemendag juga berkomitmen untuk meluncurkan paket stimulus berikutnya guna mengantisipasi dampak corona. Stimulus tersebut akan dikoordinasikan bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

"Kami berkomitmen meluncurkan paket stimulus berikutnya untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19,” ujar Agus.

(Baca: Kemendag Relaksasi Impor Alat Kesehatan untuk Tangani Pandemi Corona)

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait