Pasokan Melimpah, Ekspor Sawit Januari Turun 35,6%

Gapki menyebut pasokan minyak sawit di negara importir cukup banyak sehingga ekspor turun pada Januari 2020.
Image title
26 Maret 2020, 17:46
kelapa sawit, ekspor
ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas
Ilustrasi, pekerja di salah satu tempat penampungan di Desa Seumantok, Aceh Barat, Sabtu (7/12/2019). Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia atau Gapki menyebut stok yang melimpah di negara importir utama membuat penurunan ekspor kelapa sawit pada Januari 2020.

Ekspor produk minyak kelapa sawit dan produk turunannya mengalami penurunan pada awal tahun ini. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mencatat ekspor CPO pada Januari 2020 sebesar 2,39 juta ton, turun 35,6% dari 3,72 juta ton pada Desember 2019.

Penurunan ekspor terjadi pada produk CPO, palm kernel oil (PKO), dan biodiesel. Sedangkan produk oleokimia justru naik 22,9%.

Secara rinci, ekspor CPO sebesar 699 ribu ton pada Januari 2020. Kemudian, ekspor olahan CPO mencapai 1,25 juta ton, ekspor PKO dan olahannya 113 ribu ton, dan oleokimia 328 ribu ton.

"Penurunan ekspor terjadi hampir ke semua negara tujuan," kata Direktur Eksekutif Gapki Mukti Sarjono seperti dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (26/3).

(Baca: Khawatir Dirugikan, Petani Sawit Minta Pemerintah Tak Lakukan Lockdown)

Advertisement

Ia menjelaskan, ekspor ke Tiongkok turun 381 ribu ton atau anjlok 57%, dan ekspor ke Uni Eropa turun 188 ribu ton atau 30%. Kemudian, ekspor ke India turun 141 ribu ton atau merosot 22% dan Amerika Serikat turun 129 ribu ton atau 64%. Sedangkan ekspor ke Bangladesh naik 40 ribu ton atau meningkat 52%.

Penurunan ekspor yang cukup drastis kemungkinan karena masih tersedianya stok di negara-negara importir utama. Di sisi lain, importir menunggu respons pasar terhadap program biodiesel 30% (B30) yang diterapkan Indonesia.

Meski begitu, harga CPO pada Januari mengalami peningkatan menjadi rata-rata US$ 830 per ton Cif Rotterdam dibandingkan harga rata-rata pada Desember 2019 yaitu US$ 787 per ton. Perbaikan harga tersebut, lanjut Mukti, diharapkan menjadi penyemangat bagi pekebun dan perusahaan perkebunan untuk memelihara kebun agar mendapatkan produktivitas yang tertinggi.

Dari sisi produksi, Gapki mencatat produksi CPO pada Januari 2020 sedikit mengalami kenaikan. Pada Januari lalu, produksi mencapai 3,48 juta ton dibanding dengan Desember 2019 3,45 juta ton. Sedangkan, konsumsi domestik juga naik tipis 1,8% secara bulanan, yaitu dari 1,45 juta ton menjadi 1,47 juta ton.

(Baca: Salah Tata Kelola, Industri Sawit Disebut Untungkan Segelintir Orang)

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait