Pemerintah Akan Sebar 12 Juta Masker Bedah dan 81 Ribu Masker N95

Distribusi masker akan disalurkan oleh Kementerian Kesehatan kepada Dinas Kesehatan Provinsi.
Dimas Jarot Bayu
21 Maret 2020, 19:39
virus corona
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Ilustrasi, pengumuman stok masker kosong terpasang di salah satu kios di Pasar Pramuka, Jakarta, Senin (2/3/2020). Pemerintah akan menyediakan 12 juta masker bedah dan 81 ribu masker N95 untuk mencegah penularan virus corona.

Pemerintah telah menyiapkan lebih 12 juta masker bedah untuk penanganan virus corona Covid-19. Selain itu, menyediakan sekitar 81 ribu masker tipe N95.

“Sejak besok kami menyiapkan masker,” kata juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto di Gedung BNPB, Jakarta, Sabtu (21/3).

Yurianto mengatakan distribusi masker akan disalurkan oleh Kementerian Kesehatan kepada Dinas Kesehatan Provinsi. Setelah itu, Dinas Kesehatan Provinsi akan mengirimkannya ke rumah sakit.

“Rumah sakit, klinik mengajukannya melalui Dinas Kesehatan Provinsi,” kata Yurianto.

Advertisement

Selain masker, pemerintah tengah menyiapkan Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta sebagai rumah sakit darurat penanganan virus corona. Pemerintah juga menyiapkan Pulau Sebaru di Kepulauan Seribu, Jakarta dan Pulau Galang di Kepulauan Riau sebagai lokasi isolasi pasien penderita corona. 

(Baca: Pemerintah Sebut Usia Muda juga Rawan Terinfeksi Virus Corona)

Pulau Sebaru sebelumnya telah digunakan untuk karantina kru kapal pesiar World Dream dan Diamond Princess. Sedangkan fasilitas kesehatan di Pulau Galang tengah direnovasi saat ini untuk lokasi isolasi tersebut. 

Presiden Joko Widodo sebelumnya menargetkan renovasi fasilitas kesehatan di Pulau Galang bisa selesai pada pekan depan. “(Fasilitas kesehatan) Pulau Galang akan selesai dibangun pada Sabtu (28/3),” kata Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi meminta gedung-gedung yang dimiliki pemerintah daerah bisa digunakan untuk karantina penderita virus corona. Nantinya, gedung-gedung tersebut disiapkan sebagai lokasi cadangan jika rumah sakit di daerah tak cukup menampung pasien.

“Saya kira daerah memiliki tempat-tempat diklat yang banyak. Saya rasa itu bisa dipakai untuk plan kedua atau plan ketiganya,” kata Jokowi.

(Baca: Perawat Keluhkan Minimnya Alat Pelindung Diri Menangani Pasien Corona)

Reporter: Dimas Jarot Bayu
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait