Asosiasi Pedagang Pasar Sebut Stok Bahan Pokok Mulai Menipis

Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia memproyeksi harga barang akan naik jika pasokan bahan pokok terus berkurang karena pandemi virus corona.
Dimas Jarot Bayu
21 Maret 2020, 14:43
pedagang, pasar, bahan pokok, virus corona
ANTARA FOTO/Arnas Padda/yu/foc.
Ilustrasi, penjual melayani pembeli di salah satu toko sembako di Pasar Terong, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (18/3/2020). Asosiasi Pedangan Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) menyebut pasokan bahan pokok mulai berkurang imbas virus corona.

Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) menyatakan pasokan kebutuhan bahan pokok di pasar mulai menurun. Hal ini seiring dengan mewabahnya virus corona di Indonesia. 

Ketua Umum APPSI Ferry Juliantono mengatakan suplai beberapa bahan pokok maupun ikan, daging, dan sayuran berkurang. Jika hal tersebut terjadi terus menerus, Ferry khawatir bakal ada kelangkaan barang.

Hal itu pun bisa membuat harga barang menjadi mahal. “Ini yang sama-sama kami enggak mau itu terjadi,” kata Ferry dalam wawancara di radio MNC Trijaya, Sabtu (21/3).

(Baca: Stok Cukup, Satgas Pangan Cabut Pembatasan Belanja Bahan Pokok)

Advertisement

Atas dasar itu, Ferry menyarankan pemerintah memberikan stimulus bagi peternak, petani, nelayan, UMKM, dan koperasi. Hal itu bertujuan untuk meningkatkan produksi sehingga pasokan kebutuhan barang pokok tetap terjaga.

Adapun, Ferry menyebut pasokan sembilan kebutuhan barang pokok di pasar hingga saat ini masih ada. Hanya saja, sempat ada kelangkaan  gula pasir, bawang putih, dan bawang bombai.

Kementerian Perdagangan atau Kemendag telah memberikan izin impor untuk ketiga komoditas tersebut. Pemerintah telah mengimpor 268 ribu ton gula pasir yang mulai masuk pekan ini hingga akhir Maret 2020.

Pemerintah juga telah mengeluarkan izin impor sebanyak 62 ribu ton untuk bawang putih. Sedangkan untuk bawang bombai, Kementerian Perdagangan sudah menerbitkan Surat Perizinan Impor sebanyak 2 ribu ton.

(Baca: Kontroversi Impor Bawang, Mendag Sebut Telah Koordinasi dengan Mentan)

Reporter: Dimas Jarot Bayu
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait