Antrean Panjang Mengular Akibat Pembatasan Transjakarta dan MRT

MRT dan Transjakarta membatasi layanan operasional mulai Senin (16/3) hingga 14 hari ke depan untuk mencegah virus corona.
Image title
16 Maret 2020, 08:51
mrt, transportasi, jakarta
Twitter PT_Transjakata
Sejumlah penumpang mengantri di halte Transjakarta pada Senin (16/3). Penumpukan penumpang terjadi karena pembatasan operasi untuk mencegah virus corona.

Antrean panjang penumpang terlihat di luar halte bus PT Transportasi Jakarta atau Transjakarta dan MRT pada hari ini, Senin (16/3). Penumpukan penumpang ini akibat pembatasan layanan yang diterapkan selama 14 hari ke depan hingga 30 Maret 2020 untuk mencegah penyebaran virus corona.

Akun Twitter resmi @PT_Transjakarta menyampaikan terjadi antrean panjang di luar halte karena waktu tunggu bus mencapai 20 menit. Pihaknya meminta penumpang memilih alternatif transportasi lain.

Bahkan Transjakarta mengimbau penumpang untuk kembali ke rumah. "Sahabat tiJe, kami mengimbau agar pelanggan yang tidak memiliki urusan sangan penting untuk tetap berada di rumah," tulis PT_Transjakarta pada Senin (16/3).

Dari akun Instagram @TMCPoldaMetro terlihat antrean panjang di beberapa halte Transjakarta, salah satunya halte Harapan Kita. Sedangkan akun Twitter @RadioElshinta melaporkan penumpukan penumpang di halte Transjakarta Pondok Pinang serta stasiun MRT Fatmawati dan Lebak Bulus.

Advertisement

(Baca: Tranjakarta, LRT, hingga MRT Batasi Operasi Demi Cegah Virus Corona)

Penumpukan penumpang ini mendapat keccaman karena kekhawatiran penularan virus corona. Salah satu protes datang dari pengamat politik Yunarto Wijaya.

"Logika apa yang digunakan Pemprov DKI Jakarta dengan mengurangi rute bus Transjakarta dan MRT. Orang dianggap punya kendaraan pribadi dan naik ojek daring?" cuit akun resmi Twitter milik Yunarto .

MRT memang membatasi layanan mulai hari ini untuk mencegah penyebaran virus corona. MRT hanya beroperasi pukul 06.00-18.00 WIB dan selang waktu datang kereta hanya 20 menit.

Selain membatasi layanan operasi, perusahaan transportasi publik DKI Jakarta itu dalam pernyataan sebelumnya juga menerapkan pembatasan interaksi fisik untuk mencegah virus Covid-19.

"Sesuai dengan Protokol Pemerintah dalam penanganan virus corona COVID-19, jarak yang disarankan yaitu satu meter antar orang. Dengan dianjurkannya penerapan jarak sosial, MRT menetapkan maksimal 60 penumpang per kereta atau 360 penumpang per rangkaian kereta," demikian keterangan tertulis MRT pada Minggu (15/3).

(Baca: Anies Akan Batasi Jam Operasional Restoran untuk Antisipasi Corona)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait