Virus Corona Buat Harga Minyak Indonesia Anjlok Jadi US$ 56,61/Barel

Penyebaran virus corona di luar Tiongkok menyebabkan permintaan minyak turun. Alhasil, harga minyak terus tertekan.
Image title
6 Maret 2020, 14:45
harga minyak, virus corona
Katadata
Ilustrasi, kilang minyak. Kementerian ESDM menetapkan harga minyak Indonesia atau ICP anjlok hingga US$ 65,38 per barel karena penyebaran virus corona yang meluas membuat permintaan rendah.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM menetapkan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) pada Februari 2020 mencapai US$ 56,61 per barel, turun sebesar US$ 8,77 dari US$ 65,38 per barel pada bulan sebelumnya. Penurunan itu dipicu penyebaran virus corona yang semakin meluas.

Sedangkan ICP SLC pada Februari 2020 mencapai US$ 57,18 per barel, turun sebesar US$ 8,59 per barel dari US$ 65,77 per barel pada Januari 2020.

Tim Harga Minyak Indonesia menyatakan penyebaran virus corona yang meluas ke luar Tiongkok, antara lain Korea Selatan, Italia, dan Iran, menimbulkan kekhawatiran terhadap ekonomi global. Hal itu pun berdampak terhadap permintaan minyak yang turun. Akibatnya, harga minyak mentah utama di pasar internasional kembali tertekan.

International Energy Agency (IEA) dan OPEC memang memproyeksi penurunan permintaan minyak mentah global pada tahun ini. OPEC memproyeksi permintaan minyak mentah global sepanjang 2020 turun sebesar 250.000 barel per hari menjadi 100,98 juta barel per hari.

Advertisement

(Baca: Dorong Harga Minyak, OPEC Pangkas Produksi Besar-besaran Efek Corona)

Sedangkan IEA memprediksi permintaan minyak mentah global pada tahun ini  turun sebesar 500.000 barel per hari menjadi 100,1 juta barel per hari. "IEA juga melaporkan peningkatan stok minyak mentah AS pada Februari 2020 sebesar 8,3 juta barel menjadi sebesar 443,3 juta barel dibandingkan bulan Januari 2020,” ujar Tim Harga Minyak seperti dikutip berdasarkan keterangan resmi, Jumat (6/3).

Selain Faktor tersebut, penurunan harga minyak mentah pada Februari 2020 juga disebabkan ketidakpastian sikap Rusia terhadap rencana OPEC+ untuk memangkas produksi sebesar 600 ribu barel per hari.

Khusus kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak mentah utama juga dipengaruhi oleh penurunan permintaan produk minyak mentah di Tiongkok karena penyebaran virus covid-19. Sebab, penyebaran virus corona mengakibatkan tidak beroperasinya transportasi umum dan rendahnya aktivitas ekonomi di negara tersebut. Selain itu, ada perlambatan pertumbuhan ekonomi India.

Selengkapnya perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada Februari 2020 dibandingkan bulan sebelumnya sebagai berikut:
- Dated Brent turun sebesar US$ 8,06 per barel dari US$ 63,50 per barel menjadi US$ 55,44 per barel.
- WTI (Nymex) turun sebesar US$ 6,99 per barel dari US$ 57,53 per barel menjadi US$ 50,54 per barel.
- Basket OPEC turun sebesar US$ 9,33 per barel dari US$ 65,10 per barel menjadi US$ 55,77 per barel.
- Brent (ICE) turun sebesar US$ 8,19 per barel dari US$ 63,67 per barel menjadi US$ 55,48 per barel.

(Baca: Sempat Anjlok ke Level Terendah Imbas Corona, Harga Minyak Naik 4,5%)

Reporter: Verda Nano Setiawan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait